Tim Jokowi-Ma'ruf Ajak Kubu Prabowo-Sandiaga Selesaikan Bersama Masalah DPS Ganda

Kompas.com - 04/09/2018, 14:55 WIB
Ilustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. KOMPASIlustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto mengajak kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyisir bersama Daftar Pemilih Sementara (DPS) ganda untuk pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pernyataan Sekjen PKS Mustafa Kamal yang menemukan 25 juta identitas ganda dari 137 juta pemilih dalam DPS milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jadi terkait DPT kita bekerja sama. Kubu Pak Prabowo dan Sandi, kemudian kubu Pak Jokowi-Ma'ruf, mari kita berkerja sama mendorong KPU, agar DPT melindungi hak konstitusional warga negaranya," ujar Hasto di Media Center Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

"Kita perbaiki saja bersama-sama, disisir bersama-sama, dan kemudian partisipasi warga secara aktif melihat apapun setiap satu suara itu menentukan masa depan bangsa kita. Jadi konteksnya bukan menolak, tapi konteksnya perbaiki bersama-sama," lanjut dia.

Baca juga: Kubu Prabowo-Sandiaga Klaim Temukan 25 Juta Identitas Ganda di DPS

Hasto menjamin pemerintahan Presiden Jokowi tak akan menggunakan DPT sebagai instrumen pemenangan.

Sebab lanjut Hasto, Jokowi memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus mencermati kemunculan DPT ganda dan akan melaporkannya ke KPU jika menemukan.

"Pemerintah Pak Jokowi mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Sehingga DPS bisa dilakukan perbaikan-perbaikan dan itu yang menjadi concern kami. Bahwa setiap warga negara yang punya hak pilih harus dijamin secara konstitusional," lanjut dia.

Sekretaris jenderal partai politik pengusung pasangan Prabowo-Sandi sebelumnya mengungkap adanya identitas ganda pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilu 2019.

Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengatakan, pihaknya menemukan 25 juta identitas ganda dari 137 juta pemilih yang terdaftar dalam DPS milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Dari 137 juta pemilih terdapat 25 juta pemilih ganda di beberapa daerah. Bahkan di beberapa tempat ditemukan sampai 11 kali digandakan," ujar Mustafa saat memberikan keterangan di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (3/9/2018) malam.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X