Chairuman Harahap Ditanya soal Anaknya yang Hobi Moge Bareng Keponakan Novanto

Kompas.com - 07/08/2018, 15:51 WIB
Mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/9/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINMantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap kembali bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (7/8/2018). Chairuman bersaksi untuk terdakwa Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Dalam persidangan, Chairuman membantah menerima uang terkait proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Chairuman membantah pernah menerima sesuatu dari Irvanto yang merupakan keponakan Setya Novanto itu.

Bahkan, Chairuman mengaku tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Irvanto.

"Sampai saat ini saya tidak kenal," kata Chairuman kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Chairuman Harahap Konsisten Bantah Ikut Pertemuan dengan Pelaksana E-KTP

Untuk mempertegas, jaksa menanyakan apakah Chairuman tahu anaknya yang bernama Diatce Gunungtua Harahap kenal dan dekat dengan Irvanto.

Menurut jaksa, Diatce atau yang sering disapa Ace, memiliki hobi mengendarai motor besar.

"Menurut saya enggak ada hobinya lah. Enggak ada (motor besar). Kalau motor saja ya punya," kata Chairuman.

Baca juga: Keponakan Novanto Akui Serahkan Uang 1,5 Juta Dollar AS ke Chairuman Harahap

Dalam kasus ini, Irvanto didakwa merekayasa proses lelang dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Irvan juga didakwa menjadi perantara suap untuk sejumlah anggota DPR RI.

Irvan disebut beberapa kali menerima uang Johannes Marliem selaku penyedia produk biometrik merek L-1 yang seluruhnya berjumlah 3,5 juta dollar Amerika Serikat.

Menurut jaksa, uang tersebut disebut sebagai fee sebesar 5 persen untuk mempermudah pengurusan anggaran e-KTP.

Baca juga: Nazaruddin Mengaku Lihat Pemberian Uang untuk Ganjar dan Chairuman Harahap

Selain memperkaya Setya Novanto, perbuatan Irvan diduga telah memperkaya sejumlah orang dan korporasi. Perbuatan yang dilakukan bersama-sama itu telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X