Dihadapan Jokowi, MA "Pamer" Kesiapan Hadapi Sengketa Pemilu

Kompas.com - 01/03/2018, 14:56 WIB
Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali saat membuka Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2017 di JCC, Jakarta, Kamis (1/3/2018). KOMPAS.com/Ihsanuddin Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali saat membuka Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2017 di JCC, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali menunjukan kesiapan lembaga yudikatif itu dalam menghadapai gugatan sengketa Pemilu 2019.

Kesiapan itu dia sampaikan dalam acara Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan MA yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (1/3/2018).

"Dalam rangka mendukung pesta demokrasi, MA siapkan perangkat regulasi dalam bentuk Perma (Peraturan MA)," ujar Hatta.

Ada tiga aturan yang MA buat terkait dengan Pemilu. Pertama, adalah Perma No 4 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilu di MA.

Kedua, Perma No 5 Tahun 2017. Aturan ini mengatur tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

(Baca juga: Penegakan Hukum dan Penyelesaian Sengketa Pemilu Dinilai Masih Jadi Persoalan)

 

Ketiga yakni Perma No 6 Tahun 2017. Aturan ini mengatur tentang Hakim Khusus dalam Sengketa Pemilu di PTUN.

"Aturan ini untuk menjadi panduan dalam menangani perkara terkait proses Pemilu," kata dia.

Sementara itu Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah terus mendukung langkah MA dalam mewujudkan peradilan yang bersih, adil, dan bermartabat.

Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi kinerja Mahkamah Agung yang terus meningkat selama tahun 2017. Ia berpesan agar MA terus menghadirkan peradilan yang kredibel dan dipercaya.

Sebab hanya dengan itu maka kepastian hukum di Indonesia semakin tegak.


Terkini Lainnya

Pemkot Surabaya Kalah Banding, Bagaimana Kelanjutan Alun-Alun Surabaya?

Pemkot Surabaya Kalah Banding, Bagaimana Kelanjutan Alun-Alun Surabaya?

Regional
Banyak Pelanggaran, 20 TPS di Maluku Berpotensi Pemungutan Suara Ulang

Banyak Pelanggaran, 20 TPS di Maluku Berpotensi Pemungutan Suara Ulang

Regional
Pemkot Depok Cek Kesehatan KPPS Pemilu 2019 yang Kelelahan

Pemkot Depok Cek Kesehatan KPPS Pemilu 2019 yang Kelelahan

Megapolitan
Menghadiri Pesta, Wanita Ini Ditembak Mati Para Penculik di Nigeria

Menghadiri Pesta, Wanita Ini Ditembak Mati Para Penculik di Nigeria

Internasional
Ridwan Kamil akan Kumpulkan dan Beri Santunan Keluarga Petugas KPPS yang Gugur

Ridwan Kamil akan Kumpulkan dan Beri Santunan Keluarga Petugas KPPS yang Gugur

Regional
BPN Ditantang Buka Data Penghitungan Internal, Fadli Zon Bilang 'Nanti Dong'

BPN Ditantang Buka Data Penghitungan Internal, Fadli Zon Bilang "Nanti Dong"

Nasional
Jeratan di Leher, Penyebab Kematian Wanita yang Tewas di Dalam Mobil di Hotel Sheraton Media

Jeratan di Leher, Penyebab Kematian Wanita yang Tewas di Dalam Mobil di Hotel Sheraton Media

Megapolitan
Kapolda: Pemilu di Maluku Berlangsung Aman Tanpa Huru Hara

Kapolda: Pemilu di Maluku Berlangsung Aman Tanpa Huru Hara

Regional
Jumlah Pemilih Berkurang Saat Pemungutan Suara Lanjutan di Kota Bekasi

Jumlah Pemilih Berkurang Saat Pemungutan Suara Lanjutan di Kota Bekasi

Megapolitan
WNI yang Viral dalam Video Penggerebekan Surat Suara di Malaysia Mengadu ke Fadli Zon

WNI yang Viral dalam Video Penggerebekan Surat Suara di Malaysia Mengadu ke Fadli Zon

Nasional
2 Hari Dirawat, Anggota KPPS Bernama Eva Arnaz Meninggal Dunia

2 Hari Dirawat, Anggota KPPS Bernama Eva Arnaz Meninggal Dunia

Regional
Diduga Salah Hitung, Bawaslu Surabaya Rekomendasikan Penghitungan Ulang di Tingkat Kecamatan

Diduga Salah Hitung, Bawaslu Surabaya Rekomendasikan Penghitungan Ulang di Tingkat Kecamatan

Regional
Ratusan Petugas KPPS Datangi Kantor KPU Sleman, Ini Penyebabnya

Ratusan Petugas KPPS Datangi Kantor KPU Sleman, Ini Penyebabnya

Regional
Jokowi: APBN 2020 Harus Mampu Berikan Stimulus Peningkatan Ekspor dan Investasi

Jokowi: APBN 2020 Harus Mampu Berikan Stimulus Peningkatan Ekspor dan Investasi

Nasional
UNBK SMP Diikuti 6.000 Siswa, Pemkab Magetan Gandeng PLN dan Telkomsel

UNBK SMP Diikuti 6.000 Siswa, Pemkab Magetan Gandeng PLN dan Telkomsel

Regional

Close Ads X