Krisis Rohingya Diharapkan Tak Dimanfaatkan Jadi Narasi Kebencian

Kompas.com - 05/09/2017, 21:52 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak Ketika Ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (5/9/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak Ketika Ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan Forum Pemuda Lintas Agama sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau agar masyarakat waspada akan politisasi krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

"Jangan sampai hal ini dipolitisasi oleh kelompok-kelompok tertentu dengan narasi kebencian. Ini yang harus dicegah, kami tidak ingin itu terjadi," kata Dahnil di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Sebab, Dahnil menilai, ada sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab ingin memanfaatkan kondisi yang ada di Myanmar untuk memicu konflik di dalam negeri.

"Kami minta semua pihak berhenti melakukan politisasi keadaan di Myanmar menjadi konflik lokal di Indonesia," ucap Dahnil.

"Jangan saling menegasikan antara kelompok satu dengan kelompok lainnya yang ingin menunjukkan solidaritas kemanusiaan. Jangan sampai ini jadi isu politik yang digunakan untuk saling menegasikan antar kelompok di dalam negeri," kata dia.

(Baca juga: MUI Desak Pemerintah Bujuk Myanmar Akui Rohingya sebagai Warga Negara)

Dahnil pun mengimbau agar masyarakat tidak melakukan stigmatisasi kepada kelompok agama lain karena krisis kemanusiaan Rohingya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini perlu dilakukan agar krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar berdampak negatif menjadi provokasi bernada kebencian di Tanah Air.

"Saya imbau untuk tidak melakukan stigmatisasi kepada kelompok agama lain. Misalnya agama Budfha. Kami tak ingin ada kebencian terhadap agama tertentu. Berhenti stigmatisasi," kata dia.

"Laku-laku seperti ini jangan pernah diproduksi di negeri ini. Kami punya komitmen bersama merawat kebangsaan dan toleransi. Jangan sampai gara-gara masalah negeri orang bukannya kita bantu, malah kita berantem di negeri sendiri," tutur Dahnil.

Kompas TV Kelompok militan Rohingya terlibat pertempuran sengit dengan pasukan keamanan Myanmar di Rakhine.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panglima TNI Pilih Pendekatan Teritorial-Sosial di Papua, Bakal Tambah 8 Kodim

Panglima TNI Pilih Pendekatan Teritorial-Sosial di Papua, Bakal Tambah 8 Kodim

Nasional
Sri Minggat: Balada Sri yang Dirindu Majelis

Sri Minggat: Balada Sri yang Dirindu Majelis

Nasional
Nilai Wajar Ridwan Kamil Ingin Masuk Partai, Demokrat: Dua Kali Dia Menang Pilkada

Nilai Wajar Ridwan Kamil Ingin Masuk Partai, Demokrat: Dua Kali Dia Menang Pilkada

Nasional
Soal Calon Ketum PBNU, Cak Imin: Said Aqil dan Yahya Cholil Staquf Kader Terbaik

Soal Calon Ketum PBNU, Cak Imin: Said Aqil dan Yahya Cholil Staquf Kader Terbaik

Nasional
Mendulang Cuan dari Limbah Patin

Mendulang Cuan dari Limbah Patin

Nasional
Ridwan Kamil Beri Sinyal Masuk Parpol, PKB: Silahkan, Itu Hak Politik

Ridwan Kamil Beri Sinyal Masuk Parpol, PKB: Silahkan, Itu Hak Politik

Nasional
Menteri PPPA Sebut ASN Perempuan Belum Setara Tempati Puncak Karir

Menteri PPPA Sebut ASN Perempuan Belum Setara Tempati Puncak Karir

Nasional
Jaksa Agung: Jaksa Punya Wewenang Luar Biasa, Gunakan dengan Bijaksana

Jaksa Agung: Jaksa Punya Wewenang Luar Biasa, Gunakan dengan Bijaksana

Nasional
Kejaksaan Sita Aset IM2 Senilai Rp 1,35 Triliun

Kejaksaan Sita Aset IM2 Senilai Rp 1,35 Triliun

Nasional
Harta Kekayaannya Dipertanyakan, Ini Penjelasan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Harta Kekayaannya Dipertanyakan, Ini Penjelasan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Nasional
Kunjungan Hari Kedua, Jokowi Akan Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali dan Hadiri Rapim Kadin

Kunjungan Hari Kedua, Jokowi Akan Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali dan Hadiri Rapim Kadin

Nasional
Eks Jubir Pertanyakan Naiknya Harta Kekayaan Pimpinan KPK Nurul Ghufron

Eks Jubir Pertanyakan Naiknya Harta Kekayaan Pimpinan KPK Nurul Ghufron

Nasional
Saat PSI Dinilai Lancang karena Minta Sahroni Mundur dari Ketua Pelaksana Formula E

Saat PSI Dinilai Lancang karena Minta Sahroni Mundur dari Ketua Pelaksana Formula E

Nasional
Kala Risma Dikritik Saat Minta Tunarungu Berbicara…

Kala Risma Dikritik Saat Minta Tunarungu Berbicara…

Nasional
[POPULER NASIONAL] Karantina Perjalanan Luar Negeri Diperpanjang Jadi 10 Hari | Tanggapan Mahfud MD soal Putusan MK tentang UU Cipta Kerja

[POPULER NASIONAL] Karantina Perjalanan Luar Negeri Diperpanjang Jadi 10 Hari | Tanggapan Mahfud MD soal Putusan MK tentang UU Cipta Kerja

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.