Kompas.com - 05/06/2017, 15:34 WIB
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo seusai rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/6/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraJaksa Agung Muhammad Prasetyo seusai rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/6/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan tengah melakukan penelitian berkas perkara kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi.

Kasus ini diduga melibatkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Gelar perkara terhadap tersangka Firza Husein akan dilakukan pada Selasa (6/6/2017) besok di Kejaksaan Agung.

"Akan dipaparkan, ekspose. Jampidum minta kepada jajaran jaksa peneliti di Kejaksaan Tinggi DKI untuk mengekspose, menggelar perkaranya di depan Jampidum," ujar Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, seusai rapat dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Setelah melakukan gelar perkara, Kejaksaan akan memutuskan apakah berkas dinyatakan lengkap (P21) atau dikembalikan ke Kepolisian.

Baca: Perjalanan Kasus "Chat" WhatsApp yang Menjerat Rizieq dan Firza

"Kalau memang belum lengkap ya dipulangkan dong. Kami enggak mungkin menerima perkara yang belum lengkap. Nanti hasilnya tidak maksimal," kata Prasetyo.

Sebelumnya, berkas perkara Firza telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Firza sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil analisis ahli pidana, kasus itu telah memenuhi unsur pidana. Firza dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kompas TV Rizieq Ditetapkan Sebagai DPO
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.