Terdakwa Pejabat Pajak Ingin Kenalkan Calon Anggota BPK dengan Setya Novanto

Kompas.com - 10/05/2017, 13:14 WIB
Direktur Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Dadang Suwarna (kanan), saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/5/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINDirektur Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Dadang Suwarna (kanan), saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/5/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Handang Soekarno, pernah ingin memperkenalkan atasannya, yakni Direktur Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Dadang Suwarna, kepada Ketua DPR RI Setya Novanto.

Saat itu, Dadang sedang mencalonkan diri sebagai salah satu anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hal itu terungkap saat Dadang bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Dadang bersaksi untuk Handang yang didakwa menerima suap dari wajib pajak.

"Beliau (Handang) menawarkan saya akan memperkenalkan dengan Ketua DPR Setya Novanto," kata Dadang kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Dadang, tawaran perkenalan itu disampaikan melalui pesan Whatsapp, sebelum Handang ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK.

Saat itu, menurut Dadang, ia sedang menanyakan bukti permulaan yang diusulkan di Kantor Wilayah Pajak Banten.

"Beliau Whatsapp ke kami, jangan lupa jam 9 malam kita ketemu," kata Dadang.

(Baca: Pejabat Ditjen Pajak Didakwa Terima Suap Rp 1,9 Miliar)

Namun, menurut Dadang, karena sedang ada kerabatnya yang meninggal dunia, maka pertemuan dengan Setya Novanto dibatalkan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X