Tito Sebut Pemberantasan Terorisme Perlu Peran Politik Luar Negeri Indonesia

Kompas.com - 23/06/2016, 21:32 WIB
Komjen Pol Tito Karnavian usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan calon kapolri di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraKomjen Pol Tito Karnavian usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan calon kapolri di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2016)
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon tunggal Kapolri Komisaris Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan terorisme tidak bisa diberantas dari dalam semata. Tetapi juga membutuhkan upaya politik internasional.

"Sepanjang ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) ada di Suriah, dan sepanjang Timur Tengah terus bergejolak maka negara lain termasuk Indonesia akan terus mendapat tumpahannya," ujar Tito usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2016).

Dia mengatakan Indonesia bisa memberantas terorisme di luar negeri. Itu bisa diupayakan dengan mengaktifkan peran politik luar negeri Indonesia untuk menjalin komunikasi dengan negara-negara Timur Tengah.

(Baca: Tito Karnavian Ungkap Tiga Cara Tindak Teroris Tanpa Langgar HAM)

 

Khususnya untuk menekan penyebaran ajaran terorisme dari Timur Tengah ke Indonesia. Dia pun menyatakan, keberadaan Santoso di Indonesia pun disebabkan adanya ISIS yang terus melakukan rekrutmen secara internasional.

Sebab Santoso berkiblat ke Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang pada dasarnya juga berkiblat ke ISIS.

"Jadi di tingkat internasional ISIS harus diselesaikan, tapi di tingkat nasional jaringan seperti Santoso dan JAT ini harus kita netralisir dan kelompok-kelompok kecil lainnya harus kita netralisir juga," ujar Tito.

(Baca: 121 Terduga Teroris Tewas, Ini Penjelasan Tito Karnavian)

Komisi III DPR memutuskan menyetujui usulan Presiden Joko Widodo agar Komisaris Jenderal Tito Karnavian menjadi kepala Polri pengganti Jenderal (Pol) Badrodin Haiti.

Keputusan ini diambil dalam rapat pleno Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis sore.

"Menyetujui surat Presiden dan secara aklamasi mengangkat Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai kapolri dan memberhentikan Jenderal (Pol) Barodin Haiti," kata Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo.

Sepuluh fraksi di Komisi III DPR menilai Tito sudah berhasil menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung hari ini dengan baik.

Kompas TV Penilaian Komisi III Terhadap Tito Calon Kapolri

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MA: Barang Bukti First Travel Dirampas Negara

MA: Barang Bukti First Travel Dirampas Negara

Nasional
Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda

Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda

Nasional
Gubernur Lemhanas: Perlu Amendemen UUD 1945, tapi Jangan Kembali ke Masa Lalu

Gubernur Lemhanas: Perlu Amendemen UUD 1945, tapi Jangan Kembali ke Masa Lalu

Nasional
Heboh 'Desa Fiktif', Mendagri Akan Surati Kepala Daerah untuk Tata Ulang Desa

Heboh "Desa Fiktif", Mendagri Akan Surati Kepala Daerah untuk Tata Ulang Desa

Nasional
Setelah Dua Bulan Disahkan, MK Terima 6 Permohonan Uji Materi UU KPK

Setelah Dua Bulan Disahkan, MK Terima 6 Permohonan Uji Materi UU KPK

Nasional
Usai Investigasi 'Desa Fiktif', Kemendagri Minta Bupati Konawe Evaluasi Perda Bermasalah

Usai Investigasi "Desa Fiktif", Kemendagri Minta Bupati Konawe Evaluasi Perda Bermasalah

Nasional
Sopir Eks Dirkeu AP II Mengaku Pernah Diingatkan Teman Eks Dirut PT INTI untuk Tak Sering Komunikasi

Sopir Eks Dirkeu AP II Mengaku Pernah Diingatkan Teman Eks Dirut PT INTI untuk Tak Sering Komunikasi

Nasional
Kominfo Akan Serahkan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR Akhir Tahun

Kominfo Akan Serahkan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR Akhir Tahun

Nasional
Istana Enggan Tanggapi Penolakan Ahok oleh Serikat Pekerja Pertamina

Istana Enggan Tanggapi Penolakan Ahok oleh Serikat Pekerja Pertamina

Nasional
Sopir Eks Dirkeu AP II Akui Terima 3 Kali Titipan Uang dari Mantan Dirut PT INTI

Sopir Eks Dirkeu AP II Akui Terima 3 Kali Titipan Uang dari Mantan Dirut PT INTI

Nasional
Sempat Dikembalikan Setneg, Bagaimana Nasib RUU Perlindungan Data Pribadi?

Sempat Dikembalikan Setneg, Bagaimana Nasib RUU Perlindungan Data Pribadi?

Nasional
Calon Hakim Ad Hoc Willy Farianto Mengaku Siap Mundur jika...

Calon Hakim Ad Hoc Willy Farianto Mengaku Siap Mundur jika...

Nasional
Polri Tetapkan 23 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan

Polri Tetapkan 23 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan

Nasional
Reformasi Birokrasi Bukan Sekadar Wacana, Kementerian PANRB Buka Penerimaan CPNS

Reformasi Birokrasi Bukan Sekadar Wacana, Kementerian PANRB Buka Penerimaan CPNS

BrandzView
Investigasi Desa Fiktif oleh Kemendagri Rampung, Ini Hasilnya...

Investigasi Desa Fiktif oleh Kemendagri Rampung, Ini Hasilnya...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X