Hartawan Aluwi Disebut Tak Tahu Ada Penggelapan Dana Nasabah Bank Century

Kompas.com - 28/04/2016, 07:55 WIB
Terpidana kasus bank Century, Hartawan Aluwi dibawa ke mobil tahanan menuju Lapas Cipinang, Jumat (22/4/2016). Ambaranie Nadia K.MTerpidana kasus bank Century, Hartawan Aluwi dibawa ke mobil tahanan menuju Lapas Cipinang, Jumat (22/4/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Terpidana kasus Bank Century Hartawan Aluwi dianggap tidak mengetahui adanya penggelapan dana nasabah bank tersebut oleh PT Antaboga Delta Sekuritas.

Pengacara Hartawan, Joko Sulaksono mengatakan, kliennya hanya mengetahui bahwa ada lalu lintas cek atau bilyet giro yang diterima bagian keuangan PT Antaboga dan dikeluarkan untuk Robert Tantular, pemilik PT Antabiga dan PT Bank Century.

"Tetapi pada waktu itu Hartawan tidak tahu apakah cek dan bilyet giro (BG) itu kemudian digelapkan oleh RT karena urusan itu adalah urusan RT semuanya," ujar Joko melalui pesan singkat, Kamis (28/4/2016).

Joko mengatakan, kliennya tidak pernah ikut campur keputusan Robert dalam penggunaan uang tersebut.

Hartawan yang merupakan orang kepercayaan Robert itu berasumsi bahwa cek tersebut merupakan dana investasi PT Antaboga.

Jadi, sebagai bawahan Robert, ia menuruti saja untuk menerima sejumlah cek tersebut untuk perusahaan tersebut. Namun, Joko menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menerima sepersen pun dari dana tersebut.

"Dari banyaknya lalu lintas cek dan BG itu sama sekali tidak ada yg dipergunakan oleh Hartawan atau ditransfer ke rekening Hartawan seperti yg dituduhkan," kata Joko.

Bahkan, kata Joko, dalam vonis pengadilan in absentia pun tak ada dalil yang membuktikan bahwa Hartawan menggunakan dana tersebut.

"Hartawan jadinya seperti kurir saja untuk terima cek dan BG itu atas perintah RT," kata dia.

Joko pun mengklarifikasi soal status kliennya yang disebut-sebut sebagai Presiden Komisaris PT Antaboga. (Baca: Pengacara Sebut Hartawan Aluwi Hanya Orang Kepercayaan Robert Tantular)

Nyatanya, kata Joko, Hartawan hanya dicatut namanya sebagai komisaris oleh Robert. Namun, setelah Desember 2004, nama Hartawan tidak lagi dituliskan dalam struktur itu.

Ia pun membantah kliennya memiliki mall Serpong, tanah di Klender dan ribuan saham di luar negeri.

"Hal itu tidak benar karena aset-aser itu bukan milik Hartawan tetapi milik RT melalui PT Sinar Central Rezeki," kata Joko.

Sementara aset yang dimiliki Hartawan hanya yang berada di Hingkong. Itu pun telah dibekukan karena dianggap terkait dengan perkara ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari Daratan Tiongkok ke Kota Medan, Tjong A Fie Sang Dermawan...

Dari Daratan Tiongkok ke Kota Medan, Tjong A Fie Sang Dermawan...

Nasional
Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Nasional
Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

Nasional
Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

Nasional
BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

Nasional
Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

Nasional
Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

Nasional
Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

Nasional
Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

Nasional
Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

Nasional
Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

Nasional
Bamsoet Sebut Majelis Konghucu dan PGI Minta Ada Utusan Golongan di MPR

Bamsoet Sebut Majelis Konghucu dan PGI Minta Ada Utusan Golongan di MPR

Nasional
Hasto Akui Tersangka Saeful Pernah Jadi Stafnya Tahun 2009

Hasto Akui Tersangka Saeful Pernah Jadi Stafnya Tahun 2009

Nasional
Saat Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Pengukuhan DPP Hanura

Saat Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Pengukuhan DPP Hanura

Nasional
TNI AL Ungkap Cara China Menangi Persaingan di Laut China Selatan

TNI AL Ungkap Cara China Menangi Persaingan di Laut China Selatan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X