Kompas.com - 30/07/2015, 14:09 WIB
Petani melintasi jalan dengan latar belakang letusan Gunung Raung di Bondowoso, Jawa Timur, 12 Juli 2015. Abu letusan dari Gunung Raung telah mengakibatkan sejumlah bandara lokal ditutup. AFP PHOTO / WIDARSHAPetani melintasi jalan dengan latar belakang letusan Gunung Raung di Bondowoso, Jawa Timur, 12 Juli 2015. Abu letusan dari Gunung Raung telah mengakibatkan sejumlah bandara lokal ditutup.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi V DPR memberikan sejumlah catatan bagi pemerintah terhadap penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran 2015. Ketua Komisi V Fary Djemi Francis mengatakan, masih terdapat sejumlah kekurangan pelayanan pemerintah terhadap masyakarat yang mudik Lebaran. Hal ini disebabkan karena kurangnya persiapan.

"Angkutan udara masih ada keluhan penumpang dan kesemrawutan di bandara, terutama yang delay," kata Fary dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2015).

Terutama dengan kejadian erupsi gunung Raung, lanjut Fary, sejumlah bandara pun harus tutup dan tidak siap mengantisipasi penumpukan penumpang. "Walau beberapa bandara yang kita kunjungi ada yang siap, namun secara umum tidak siap," ujarnya.

Untuk lalu lintas darat, politisi Gerindra ini mendesak pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana jalan, termasuk antisipasi kemacetan disejumlah ruas tol. Bahkan ruas tol Cikopo Palimanan (Cipali) yang baru dibangun pun, menurut dia, masih belum optimal.

"Untuk kereta api masih ada keterlambatan walau di bawah satu jam. Dan ada gangguan server tiket online," ujarnya.

Fary mengatakan, memasuki masaa sidang ke-5 pada 14 Agustus mendatang, Komisi V akan menggelar rapat dengan Kementrian Perhubungan dan lembaga terkait lainnya guna mengevaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2015. Dengan begitu, diharapkan mudik pada tahun-tahun berikutnya akan berjalan dengan lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Nasional
Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Nasional
Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Nasional
Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Nasional
Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Nasional
AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

Nasional
Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Nasional
KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

Nasional
PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

Nasional
Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Nasional
Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Nasional
FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

Nasional
Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

Nasional
Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Nasional
Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.