Kompas.com - 02/04/2015, 11:51 WIB
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Tedjo Edhy Purdijatno, usai memberikan materi pada Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Gedung Olah Raga Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (26/2/2015). KOMPAS.com/Alfian KartonoMenteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Tedjo Edhy Purdijatno, usai memberikan materi pada Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Gedung Olah Raga Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (26/2/2015).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menegaskan bahwa latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Poso, Sulawesi Tengah, sekaligus bertujuan menangkap teroris Santoso. Ia menyebut Santoso sebagai teroris yang paling dicari di Indonesia.

"Utamanya memang latihan PPRC TNI. Tapi, bila di wilayah tersebut ada kelompok radikal, maka dilakukan penangkapan," ujar Tedjo melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2015).

Tedjo juga berpesan kepada kelompok radikal, terutama kelompok Santoso, untuk segera menyerahkan diri ke aparat keamanan. Jika tidak, aparat keamanan akan melakukan penindakan hukum secara tegas. "Maka itu, menyerahlah," ujar Tedjo.

Kendati demikian, Tedjo menegaskan kembali bahwa latihan sekaligus operasi PPRC TNI di Poso tersebut telah dikoordinasikan dengan kepolisian selaku leading sector penindakan hukum bagi pelaku teror. Ia menjamin tidak ada kesalahan persepsi antara kedua institusi itu. "Utamanya tetap Polri, dibantu oleh TNI," ujar Tedjo.

700 personel TNI cari Santoso

Sebanyak 3.222 personel TNI dari tiga matra diberangkatkan ke Poso, Sulawesi Tengah, sejak awal Maret lalu. Pemberangkatan itu bertujuan untuk latihan PPRC TNI. Namun, Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat meninjau latihan PPRC TNI, Selasa (31/3/2015), mengatakan telah menugaskan 700 personel yang tengah berlatih itu untuk melanjutkan pengejaran terhadap pelaku teroris kelompok Santoso.

"Saya sudah lapor kepada Presiden kalau diperlukan, ada pasukan yang ditinggal di sini untuk melanjutkan kegiatan operasi pengamanan bersama-sama dengan Polri, dan Presiden menyetujui itu," kata Moeldoko.

Sementara itu, polisi yang merupakan pemimpin penegakan hukum mengaku kesulitan dalam mencari kelompok Santoso. Polri telah menggelar Operasi Camar sepanjang bulan Februari dan Maret 2015 dan berhasil menangkap 15 orang terduga teroris anak buah kelompok Santoso, Namun, Polri belum berhasil menangkap Santoso.

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Anton Charliyan mengaku bahwa memang tidak mudah menangkap Santoso. "Tidak mudah menangkap Santoso, itu bukan perkara gampang," ujar Anton di Kompleks Mabes Polri, Rabu (1/4/2015) kemarin.

Berdasarkan data intelijen yang didapatkan kepolisian, keberadaan Santoso terdeteksi di wilayah Sulawesi Tengah. Polisi kesulitan menghadapi medan di wilayah tersebut, yang sebagian besar terdiri dari hutan tropis serta pegunungan.

"Itu kan hutan dan gunung-gunung. Kita tidak mau salah tangkap, nanti nangkap orang biasa lagi, harus hati-hati," ujar Anton.

Anton meminta masyarakat bersabar dan memberikan waktu bagi kepolisian untuk bisa menangkap gembong teroris di Indonesia tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.