Putusan Sengketa Pilpres di MK Lebih dari 4.000 Halaman

Kompas.com - 21/08/2014, 14:45 WIB
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva memimpin sidang lanjutan sengketa Pilpres 2014 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak pemohon pasangan Prabowo-Hatta, termohon KPU, dan terkait pasangan Jokowi-JK, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014). Sebelum sidang putusan pada 21 Agustus, kesembilan hakim MK terlebih dahulu akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) secara tertutup selama tiga hari berturut-turut untuk mengambil putusan. TRIBUNNEWS/HERUDINKetua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva memimpin sidang lanjutan sengketa Pilpres 2014 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak pemohon pasangan Prabowo-Hatta, termohon KPU, dan terkait pasangan Jokowi-JK, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014). Sebelum sidang putusan pada 21 Agustus, kesembilan hakim MK terlebih dahulu akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) secara tertutup selama tiga hari berturut-turut untuk mengambil putusan.
|
EditorFidel Ali Permana

JAKARTA, KOMPAS.com- Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden mencapai lebih dari 4.000 halaman. Namun begitu, tak semua dibacakan oleh Majelis Hakim Konstitusi dalam sidang putusan yang digelar di Gedung MK, Jakarta, Kamis (21/8/2014).

"Putusan ini cukup tebal, ada 4.390 halaman, dan yang dibacakan sekitar 300 halaman," kata Ketua Majelis Hakim MK, Hamdan Zoelva, dalam persidangan tersebut.

Sidang pembacaan putusan yang sedianya dimulai pukul 14.00 WIB nampak molor sekitar 30 menit karena alasan teknis. Hamdan menyampaikan hal tersebut sesaat setelah membuka jalannya persidangan.

"Maaf agak telat sedikit," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, sidang pembacaan putusan PHPU itu masih berlanjut. Sembilan Hakim MK secara bergantian akan membacakan putusan tersebut.

Gugatan PHPU diajukan oleh Prabowo-Hatta yang mempermasalahkan penetapan KPU pada hasil Pilpres 201. Adapun KPU telah menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019 karena mendapat suara lebih banyak dari Prabowo-Hatta.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X