KPK: 1 atau 2 Pekan Lagi, Kasus Century Disidang

Kompas.com - 28/01/2014, 18:10 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menyampaikan keterangan pers tentang refleksi akhir tahun KPK, di Kantor KPK, Jakarta, Senin (30/12/2013). KPK menyampaikan lima lingkup capaian dan kinerja selama 2013, yaitu di bidang kapasitas kelembagaan, penindakan, pencegahan, koordinasi supervisi, dan kerja sama strategis, dengan total kerugian negara yang berhasil diselamatkan lebih dari Rp 1 triliun. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menyampaikan keterangan pers tentang refleksi akhir tahun KPK, di Kantor KPK, Jakarta, Senin (30/12/2013). KPK menyampaikan lima lingkup capaian dan kinerja selama 2013, yaitu di bidang kapasitas kelembagaan, penindakan, pencegahan, koordinasi supervisi, dan kerja sama strategis, dengan total kerugian negara yang berhasil diselamatkan lebih dari Rp 1 triliun. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Komisi Pemberantasan Korupsi akan segera menaikkan status kasus  pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century ke tahap penuntutan dalam satu hingga dua pekan ke depan.

"Century (sampai) dua minggu lagi akan masuk ke tahap dua," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Bambang mengatakan, sejauh ini KPK sudah memeriksa lebih dari seratus saksi yang berkaitan dengan kasus Century. Saat ini, kata dia, pihaknya sedang mengintensifkan pemeriksaan untuk menggali keterangan dari para saksi menuju tahap penuntutan.

Sementara, Selasa ini, KPK memeriksa empat orang saksi bagi tersangka mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya. Keempat orang itu adalah mantan Direktur Utama Bank Mutiara (sebelumnya bernama Bank Century), Hermanus Hasan Muslim, Siswo Sujanto, Meganingsih, dan Sugeng.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait pemberian FPJP dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Akibat perbuatan tersebut, negara diduga mengalami kerugian yang nilainya Rp 7,45 triliun menurut perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X