Kompas.com - 07/01/2014, 06:42 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com -  Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA) membebaskan Rudy Santoso, terdakwa kasus narkoba yang disebut menjadi korban jebakan oknum anggota polisi pada 2012 lalu. Putusan itu dimuat pada laman situs MA.

"Menyatakan terdakwa Rudy Santoso alias Rudy bin Soenoto tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh jaksa/penuntut umum. Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan hukum," demikian bunyi putusan kasasi seperti dilansir dari web MA.

Putusan dibacakan pada 22 Oktober 2012 lalu dengan majelis kasasi Timur P Manurung sebagai ketua dan dua anggotanya Salman Luthan dan Andi Samsan Nganro.

Rudy dijatuhi sanksi pidana penjara empat tahun dan denda Rp 800 juta subsider 2 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 1 Maret 2012 karena terbukti menggunakan dan mengedarkan narkoba jenis shabu-shabu seperti diatur dalam Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pada 22 Mei 2012, Pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan putusan PN.

Dalam proses hukumnya, sejak dalam penyidikan hingga kasasi, Rudy ditahan. Lebih dari satu tahun dia ditahan dan tidak dapat melakukan aktivitasnya mencari nafkah. Dalam putusan kasasi, dicatat, Rudy ditahan sejak 8 Agustus 2011 hingga putusan kasasinya dibacakan, yaitu 22 Oktober 2012.

Penahanan terhadapnya itu bermula saat ia ditangkap penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur di kamar kosnya pada 7 Agustus 2011. Barang bukti 0,2 gram shabu-shabu dalam plastik seberat 0,2 gram diamankan pihak kepolisian. Penangkapan Rudy, konon atas laporan warga yang menyatakan Rudy kerap melakukan pesta narkoba di kamarnya.

Penyidik menuduh Rudy membuang dengan meyiram shabu-shabu tersebut ke dalam kloset kamar mandi kosnya saat penyidik datang menggrebek. Dalam penggrebakan, Rudy dipaksa mengambil kembali, shabu-shabu yang disimpan dalam plastik itu.

Dalam memori kasasinya, Rudi menyatakan merasa dijebak oleh pihak kepolisian. Menurutnya, dalam sidang di PN Surabaya, ada kesaksian bahwa saat kosnya digeledah, ada seorang perempuan bernama Susi meninggalkan kamar tersebut. Tetapi, polisi yang menggeledah tidak turut menangkap Susi. Padahal, jika memang kerap terjadi pesta narkoba, seharusnya semua orang yang ada saat penggerebekan turut dimintai keterangan.

Di sisi lain, saksi meringankan menyatakan, sebelum penggrebekan itu tidak ada perempuan yang masuk ke kamar kos Rudy.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Parkindo 1945 Minta Yasonna Klarifikasi Partainya Jadi Partai Mahasiswa Indonesia

Parkindo 1945 Minta Yasonna Klarifikasi Partainya Jadi Partai Mahasiswa Indonesia

Nasional
Mengaktivasi Fungsi Negara

Mengaktivasi Fungsi Negara

Nasional
Polisi Ralat Taksiran Harga Ferrari Indra Kenz Rp 3,5 Miliar, Bukan Rp 5 Miliar

Polisi Ralat Taksiran Harga Ferrari Indra Kenz Rp 3,5 Miliar, Bukan Rp 5 Miliar

Nasional
Info Haji 2022: Kuota, Biaya, hingga Jadwal Keberangkatan

Info Haji 2022: Kuota, Biaya, hingga Jadwal Keberangkatan

Nasional
Jokowi Kasih 'Kode' Capres di Acara Rakernas Projo, PDI-P: Acuan Kami di Ketum

Jokowi Kasih "Kode" Capres di Acara Rakernas Projo, PDI-P: Acuan Kami di Ketum

Nasional
Mahfud Sebut Ada Bupati yang Sudah Siapkan Diri Jadi Calon Gubernur di DOB Papua

Mahfud Sebut Ada Bupati yang Sudah Siapkan Diri Jadi Calon Gubernur di DOB Papua

Nasional
Sorban PBNU untuk Jenderal Andika dan Peci Gus Yahya dari Hendropriyono..

Sorban PBNU untuk Jenderal Andika dan Peci Gus Yahya dari Hendropriyono..

Nasional
Jenderal Andika Akui Butuh Kehadiran F-15IDN Perkuat Pertahanan Udara RI

Jenderal Andika Akui Butuh Kehadiran F-15IDN Perkuat Pertahanan Udara RI

Nasional
Mahfud Sebut Surpres DOB Papua Sudah Diserahkan ke DPR

Mahfud Sebut Surpres DOB Papua Sudah Diserahkan ke DPR

Nasional
ICW Sebut Kejagung Banyak Beri Tuntutan Ringan ke Koruptor, Komjak: Kasus Harus Dilihat Secara Utuh

ICW Sebut Kejagung Banyak Beri Tuntutan Ringan ke Koruptor, Komjak: Kasus Harus Dilihat Secara Utuh

Nasional
Nasdem Tak Mau Buru-Buru Tentukan Arah Koalisi untuk Pilpres 2024

Nasdem Tak Mau Buru-Buru Tentukan Arah Koalisi untuk Pilpres 2024

Nasional
KPK Duga Auditor BPK Jabar Terima Suap dari Sejumlah Pihak

KPK Duga Auditor BPK Jabar Terima Suap dari Sejumlah Pihak

Nasional
Ngabalin: Tak Ada Keterlibatan Istana dalam Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu

Ngabalin: Tak Ada Keterlibatan Istana dalam Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu

Nasional
Menlu Retno Sebut Serbia Sepakat Tingkatkan Ekspor Gandum ke Indonesia

Menlu Retno Sebut Serbia Sepakat Tingkatkan Ekspor Gandum ke Indonesia

Nasional
Perintah Jokowi ke Mahfud: Tindak Tegas Mafia Tanah, Negara Mesti Patuh pada Hukum

Perintah Jokowi ke Mahfud: Tindak Tegas Mafia Tanah, Negara Mesti Patuh pada Hukum

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.