Keluarga Korban 1998: Pernyataan Prabowo Menyakitkan

Kompas.com - 07/11/2013, 15:00 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan pers seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/3/2013). KOMPAS.com/Sandro GatraKetua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan pers seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/3/2013).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga korban penghilangan paksa dan penculikan para aktivis di kerusuhan 1998 merasa sakit hati dan dibuka kembali luka lamanya terkait pernyataan mantan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto yang menyatakan tak terlibat dalam kasus tersebut. Menurut para keluarga korban, Prabowo melepas tanggung jawab lantaran ingin maju kembali dalam pemilu presiden pada 2014.

Paian Siahaan, orangtua dari Ucok Munandar Siahaan, korban penghilangan paksa dan penculikan aktivis pada 1998, mengatakan, indikasi terlibatnya Prabowo dalam operasi itu sangat kuat. Pasalnya, Prabowo merupakan komandan yang bertanggung jawab atas operasi yang dilakukan oleh Tim Mawar pada 1998.

Paian melanjutkan, sepengetahuannya Prabowo tak pernah hadir saat dipanggil oleh Komnas HAM dan DPR. Kalau memang benar tak terlibat, kata Paian, seharusnya Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra itu memenuhi panggilan Komnas HAM dan DPR untuk memberi penjelasan secara rinci mengenai operasi yang dilakukan oleh Tim Mawar pada 1998.

"Prabowo melepaskan tanggung jawab dalam rangka maju sebagai calon presiden sehingga melepaskan diri atas kasus kemanusiaan ini," kata Paian di Kantor Kontras, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Saat mendengar Prabowo menyatakan dirinya tak terlibat dalam operasi tersebut, Paian mengaku sedih. Pasalnya, selama sekitar 15 tahun ini, ia terus berjuang mencari keberadaan dan informasi tentang anaknya yang saat kejadian masih berstatus sebagai mahasiswa di Perbanas.

"Ini menyakitkan dan kami merasa bersedih. Kami akan tetap berjuang agar yang menculik anak kami itu dibawa ke pengadilan, dan kebenaran dapat terungkap," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ruyati Darwin, orangtua dari Eten Karyana, korban penghilangan paksa dan penculikan 1998 lainnya, menyampaikan, luka yang dirasakannya selama sekitar 15 tahun ini kembali terasa setelah mendengar penyataan Prabowo yang mengaku tak terlibat dalam operasi khusus pada 1998.

Ia meminta Prabowo memikirkan kembali apa yang telah diucapkannya karena luka keluarga korban akan terus terasa sebelum keadilan diungkap sebenar-benarnya. "Saya mendengar ucapan Prabowo sangat memprihatinkan, ini membangkitkan luka kami, karena korban adalah anak pertama kami, harapan hidup pada masa yang akan datang. Kami kehilangan segala-galanya," kata Ruyati.

Untuk diketahui, pada pekan lalu, dalam wawancara bersama salah satu media nasional, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya tidak terlibat peristiwa penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1997-1998 maupun kerusuhan Mei 1998. Tetapi, di kesempatan yang sama, Prabowo juga menyatakan bahwa perintah penculikan terhadap para aktivis tersebut semata-mata hanya untuk menjalankan tugas.

Prabowo mengklaim telah mengembalikan kesembilan orang aktivis yang dinyatakan hilang tersebut. Dalam hasil penyelidikan Tim Pro Justisia Komnas HAM disebutkan bahwa Prabowo Subianto terlibat dalam peristiwa penculikan dan penghilangan paksa aktivis yang terjadi sepanjang 1997-1998 dengan korban orang hilang sekitar 13 orang.

Sementara dalam kerusuhan 13-15 Mei 1997, sebanyak 293 orang tewas, 1.344 bangunan rusak dan dibakar, 1.009 kendaraan roda empat dan 205 kendaraan roda dua dirusak atau dibakar. Catatan itu belum menyebutkan dampak akibat kerusuhan serupa yang terjadi di luar Jakarta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X