Kompas.com - 09/07/2013, 14:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mencoba memotret Pewarta Foto Indonesia Jakarta sebelum acara peresmian pembangunan MRT di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2013). Proyek pembangunan MRT Fase I melintasi Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAGubernur DKI Jakarta Joko Widodo mencoba memotret Pewarta Foto Indonesia Jakarta sebelum acara peresmian pembangunan MRT di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2013). Proyek pembangunan MRT Fase I melintasi Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah partai mengungkapkan ketertarikannya terhadap sosok politisi PDI-P yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Sebut saja Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan. Survei sejumlah lembaga menunjukkan, elektabilitas Jokowi sebagai kandidat capres belum terkalahkan.

Meski Jokowi berulang kali menegaskan tak tertarik "nyapres", dorongan agar dirinya mencalonkan diri terus mengemuka. Jika saat ini banyak yang "naksir", relakah PDI-P melepas kader potensialnya itu?

Secara implisit, Ketua DPP PDI-P Maruarar Sirait menyiratkan bahwa partainya tak akan melepas Jokowi. Menurut dia, Jokowi adalah kader yang loyal dan taat pada ideologi partai. 

"(Jokowi) Itu sangat ideologis dan loyal. Dia ikut (menjadi) wali kota dari partai. Jadi dia juga memiliki fungsi kenegarawanan dan sebagai kader yang baik. Seorang yang loyal akan taat kepada ideologi (PDI-P)," kata Maruarar saat dijumpai di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan, Jokowi adalah kader potensial yang dimiliki PDI-P saat ini. Keputusan mencalonkan sebagai presiden atau tidak, menurut dia, merupakan kewenangan penuh Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri. 

"Itu adalah arah dan prinsip capres PDI-P. Elektabilitas PDI-P nomor satu, elektabilitas Jokowi nomor satu, tetapi  belum kami bicarakan (capres). Kami tahu timing-nya, kapan akan kami lakukan," ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan menganggap Jokowi layak mengikuti konvensi Partai Demokrat selama tak diusung PDI-P dan yang bersangkutan bersedia mengikuti seleksi konvensi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

    Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

    Nasional
    Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

    Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

    Nasional
    Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

    Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

    Nasional
    Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada 'Selamet-selametin'

    Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada "Selamet-selametin"

    Nasional
    Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah 'Dibukain' Pintu tetapi Enggak Ada Respons

    Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah "Dibukain" Pintu tetapi Enggak Ada Respons

    Nasional
    Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

    Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

    Nasional
    Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

    Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

    Nasional
    Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

    Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

    Nasional
    Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

    Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

    Nasional
    OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

    OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

    Nasional
    Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

    Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

    Nasional
    Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

    Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

    Nasional
    6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

    6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

    Nasional
    KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

    KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

    Nasional
    OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

    OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.