Caleg Andalan Terancam

Kompas.com - 12/06/2013, 02:21 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan tujuh daerah pemilihan dari empat partai politik yang tidak memenuhi syarat keterwakilan perempuan dan tidak memiliki caleg, banyak caleg yang diandalkan atau elite partai politik di dapil-dapil tersebut terancam.

Partai Gerindra menempatkan Ketua DPD Jawa Barat Oo Sutisna di dapil Jabar IX. Adapun Partai Amanat Nasional meyakini bisa mendapatkan sedikitnya dua kursi di Sumatera Barat I. Di dapil yang tak mendapatkan daftar caleg ini, PAN mengajukan Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Dasril Ilyas dan Ketua DPW Sumbar M Asli Chaidir. Di dua dapil yang gagal memenuhi syarat keterwakilan perempuan dan daftar calon sementara (DCS)- nya dikosongkan, PPP menyiapkan Nita Yudi, Ketua Iwapi, di Jabar II dan Muhammad Arwani Thomafi di Jawa Tengah III.

Karena itu, Ketua DPP PAN Bima Arya mengatakan, partainya akan mengambil langkah hukum. Namun, belum ditentukan laporan akan dibawa ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai sengketa pemilu, ke PTUN, atau uji materi Peraturan KPU No 7/2013 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD kepada Mahkamah Agung. ”Kami masih konsultasi dengan tim hukum DPP PAN,” kata Bima.

Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo menilai, KPU kebablasan dalam menjatuhkan sanksi mencoret satu dapil PAN karena ada caleg perempuan yang dinilai tidak memenuhi syarat.

Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuziy akan melaporkan masalah ini ke Bawaslu. Kemarin, Arwani dan beberapa fungsionaris DPP PPP mengadukan hal ini ke Bawaslu. ”Kami melayangkan protes kepada KPU atas kesalahan ’membaca’ tersebut. Semoga bisa diselesaikan, karena ini persoalan teknis belaka,” kata Romahurmuziy.

PPP yakin semua dokumen caleg telah memenuhi syarat yang ditetapkan UU dan Peraturan KPU. DPP PPP membantah pengumuman tidak terpenuhinya syarat keterwakilan perempuan di Jateng III dan Jabar II pada bakal DCS PPP.

Karena penetapan KPU yang digugat itu, Gerindra tak mendapatkan DCS di Jabar IX. PPP di dapil Jabar II dan Jateng III. PAN gagal di Sumatera Barat I. PKPI tak punya caleg di tiga dapil (Jabar V, Jabar VI, dan NTT I).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menyatakan, banyak peserta pemilu belum siap menghadapi kekalahan. Ketidaksiapan ini mendorong banyaknya laporan pengaduan ke DKPP yang dibentuk pada Juni 2012. Peserta pemilu yang kalah cenderung menyalahkan KPU.

”Ada 196 laporan, tetapi kami harus berhati-hati. Kami menyeleksinya. Dari 196 laporan itu, yang memenuhi syarat adalah 81 laporan,” ujar Jimly.

Pengaduan pelanggaran kode etik sepanjang Juni 2012-Mei 2013 didominasi pelanggaran dalam penetapan pasangan calon. Untuk pengawas, yang paling banyak diadukan mengenai proses seleksi anggota. Aduan itu seputar proses seleksi yang tidak transparan, kolutif, dan nepotis. (ina/osa/nta/ato)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.