Presiden: Ingatkan Kami demi Perbaikan

Kompas.com - 08/06/2013, 02:54 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memenuhi janjinya mengunjungi kapal milik organisasi lingkungan hidup Greenpeace jika singgah ke Jakarta.

Jumat (7/6) siang, ditemani Ny Ani Yudhoyono; menantunya, Annisa Pohan, cucu pertamanya, Almira Tunggadewi; serta jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu, Presiden mengunjungi kapal Rainbow Warrior. Secara khusus, Presiden meminta Greenpeace tidak segan mengingatkan Indonesia.

”Saya mengajak Greenpeace tetap menjadi partner dengan tugas mengingatkan, mengkritik Indonesia bila ada hal-hal yang perlu kami perbaiki,” kata Yudhoyono di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Yudhoyono mengunjungi Rainbow Warrior selama sekitar setengah jam. Sebelumnya, Presiden mendengarkan paparan tentang perjuangan Greenpeace yang disampaikan Direktur Eksekutif Greenpeace Kumi Naidoo.

Selain diminta mengkritik, Greenpeace juga diharapkan memberikan saran kepada Indonesia demi perbaikan upaya pemeliharaan lingkungan hidup. ”Berikan saran kepada kami kalau itu baik bagi pemeliharaan lingkungan. Kalau Indonesia melakukan hal-hal yang baik, jangan lupa juga menjelaskan ke dunia bahwa Indonesia mempunyai komitmen tinggi memelihara lingkungan,” ujar Yudhoyono.

Presiden mengakui masih ada banyak hal terkait lingkungan hidup yang harus dibenahi. Namun, ia tegaskan, Indonesia berkomitmen tinggi terus mengurangi emisi karbon, memelihara hutan, memerangi pembalakan liar, mengatasi kebakaran hutan, mencegah deforestasi tak terkendali, melakukan moratorium pada hutan primer dan lahan gambut, serta melakukan penghijauan lewat gerakan menanam 1 miliar pohon setiap tahun.

”Itu semua upaya nyata meski selalu ada tantangannya. Tahun demi tahun hasilnya kelihatan,” kata Presiden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rainbow Warrior masuk ke Indonesia pada 9 Mei 2013 dan berlabuh di Jayapura, Papua. Kapal melanjutkan perjalanan ke Manokwari (Papua Barat), Benoa (Bali), dan tiba di Tanjung Priok pada Kamis lalu.

Rainbow Warrior yang tiba di Jakarta merupakan generasi ketiga. Rainbow Warrior pertama hancur dibom oleh agen rahasia Perancis tahun 1985. Rainbow Warrior kedua berhenti beroperasi pada Agustus 2011 dan dijadikan rumah sakit apung. Rainbow Warrior generasi ketiga mulai beroperasi Oktober 2011.

Kumi Naidoo secara khusus berterima kasih atas kesediaan Presiden mengunjungi Rainbow Warrior. Ia mengungkapkan, upaya melindungi lingkungan hidup semata-mata demi masa depan, kehidupan anak cucu serta kehidupan yang damai, berkelanjutan, dan berkeadilan. (ATO)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.