Sengketa Pilkada Picu Kerusuhan

Kompas.com - 05/06/2013, 02:39 WIB
Editor

PALEMBANG, KOMPAS - Sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Palembang berujung pada pembakaran pertokoan di kawasan Pasar 16 Ilir di pusat Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/6), sekitar pukul 12.30. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi aktivitas warga di pusat perekonomian Sumatera Selatan itu sempat terhenti total.

Kepala Kepolisian Resor Kota Palembang Komisaris Besar Sabaruddin Ginting mengatakan, kasus ini masih terkait Pilkada Kota Palembang. ”Dua orang sudah diamankan polisi, yakni A dan H. Salah satunya adalah koordinator lapangan unjuk rasa. Sejauh ini, mereka masih sebagai saksi,” kata Ginting.

Kepala Polda Sumsel Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution juga membenarkan adanya penangkapan dua orang yang diduga terkait kerusuhan tersebut. ”Pengamanan Kota Palembang yang tengah menyambut Pilkada Sumsel pada 6 Juni juga akan diperketat dengan penambahan dua kompi dari Jambi dan Bengkulu,” ujar Nasution.

Dalam kerusuhan itu, toko elektronik terbesar di Palembang, Toko Jaya Raya Elektronik, yang berlantai dua, habis terbakar. Api merembet ke toko elektronik Tunas Jaya yang berada di sebelahnya, tetapi dapat dipadamkan sebelum melalap seluruh bangunan.

Dua toko ini terletak di kompleks pertokoan padat di kawasan Pasar 16 Ilir yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Sumsel. Letaknya hanya 500 meter dari Jembatan Ampera yang menjadi pusat berkumpulnya pengunjuk rasa terkait sengketa Pilkada Kota Palembang.

Kemenangan batal

Pembakaran itu membuat lalu lintas di pusat Kota Palembang macet sekitar dua jam. Puluhan toko dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi tutup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejadian berawal dari unjuk rasa sekitar 100 orang di Gedung DPRD Sumsel, sekitar 2 kilometer dari Jembatan Ampera, pada pukul 10.00. Massa memprotes keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan kemenangan pasangan calon Sarimuda-Nelly Rosdiana yang telah ditetapkan KPU setempat.

Sekitar pukul 12.00, massa yang mayoritas berusia muda itu bergerak ke arah Jembatan Ampera. Polisi berusaha membubarkan mereka, tetapi sebagian berlari ke arah pertokoan.

Sejumlah pedagang kaki lima mengaku melihat 10 orang dari massa mendatangi Toko Elektronik Jaya Raya. Mereka melempari kaca toko dengan batu dan kayu. Ada yang melemparkan sejenis bom molotov ke dalam toko. Api merambat cepat. Asap hitam membubung tinggi dan terlihat hingga beberapa kilometer.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.