Megawati Sempat Menangis Saat Pidato Lahirnya Pancasila

Kompas.com - 01/06/2013, 10:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memimpin acara peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (1/6/2013). Dalam acara ini, Megawati sempat berlinang air mata saat menyampaikan pidato tentang lahirnya Pancasila.

"Ingatlah wejangan Bung Karno dalam pidato Lahirnya Pancasila, 'De Mensch', manusia harus memperjuangkan Pancasila supaya menjadi kenyataan," kata Megawati lantang.

"Beliau dengan lantang berujar, 'Jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Pancasila yang saya usulkan itu menjadi satu realiteit, yakni jikalau kita ingin hidup menjadi satu bangsa, satu nationaliteit yang merdeka, ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka, yang penuh dengan perikemanusiaan, ingin hidup di atas dasar permusyawaratan, ingin hidup sempurna dengan sociale rechtvaardigheid, ingin hidup dengan sejahtera dan aman, janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan, dan sekali lagi perjuangan...," lanjut Megawati sambil menyeka air matanya.

Dari sejak awal berpidato, suara putri Presiden Soekarno ini sudah terdengar lirih. Namun, ia tampak masih sanggup menahan tangisnya. Saat di ujung pidato, Megawati yang didampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak lagi kuasa menahan tangis. Pidatonya sempat terhenti hitungan detik, dan sesekali dirinya kembali menyeka air matanya.

Menyaksikan pemimpinnya terisak, ratusan Satgas Cakra Buana (Organisasi sayap PDI Perjuangan) sontak bertepuk tangan dan meneriakkan kata "Merdeka.... Merdeka," sampai akhirnya Mega menyelesaikan pidato yang kembali disambut dengan tepuk riuh ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang hadir dalam acara tersebut.

Selain untuk memperingati Hari Lahir Pancasila yang ke-68, berkumpulnya ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan juga dimaksudkan untuk mengonsolidasi kekuatan Satuan Tugas (Satgas) partai melalui apel siaga sebagai persiapan memasuki tahun-tahun politik ke depan. Sejumlah tokoh nasional tampak hadir, di antaranya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorFarid Assifa

    Terkini Lainnya

    Direktur Penyidikan Jadi Plt Deputi Penindakan KPK

    Direktur Penyidikan Jadi Plt Deputi Penindakan KPK

    Nasional
    Kata KPK soal Keluhan Tahanan Terkait Pemborgolan hingga Penyitaan Pemanas Makanan

    Kata KPK soal Keluhan Tahanan Terkait Pemborgolan hingga Penyitaan Pemanas Makanan

    Nasional
    Kata Moeldoko soal Bagi-bagi Jabatan di Pemerintahan Jokowi Periode Kedua

    Kata Moeldoko soal Bagi-bagi Jabatan di Pemerintahan Jokowi Periode Kedua

    Nasional
    Menhan Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Ini Kata Polri

    Menhan Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Ini Kata Polri

    Nasional
    Budiman Sudjatmiko: Jokowi Harus Bisa Lahirkan Pemimpin yang Lebih Baik dari Dirinya

    Budiman Sudjatmiko: Jokowi Harus Bisa Lahirkan Pemimpin yang Lebih Baik dari Dirinya

    Nasional
    Jaksa KPK Soroti Disposisi Staf Pribadi Menpora dalam Proposal Dana Hibah KONI

    Jaksa KPK Soroti Disposisi Staf Pribadi Menpora dalam Proposal Dana Hibah KONI

    Nasional
    Politisi PDI-P Sebut Perlu Ada Partai di Luar Pemerintahan

    Politisi PDI-P Sebut Perlu Ada Partai di Luar Pemerintahan

    Nasional
    Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

    Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

    Nasional
    Pengacara Sebut Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Novel Pernah Halangi OTT KPK

    Pengacara Sebut Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Novel Pernah Halangi OTT KPK

    Nasional
    SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

    SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

    Nasional
    BPN Anggap KPU Terlalu Pede Hanya Hadirkan Satu Ahli di MK

    BPN Anggap KPU Terlalu Pede Hanya Hadirkan Satu Ahli di MK

    Nasional
    Ahli KPU yang Tak Hadir pada Sidang di MK Jelaskan soal BUMN dan Anak Perusahaan BUMN

    Ahli KPU yang Tak Hadir pada Sidang di MK Jelaskan soal BUMN dan Anak Perusahaan BUMN

    Nasional
    Moeldoko Klarifikasi soal Materi Pelatihan TKN 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi'

    Moeldoko Klarifikasi soal Materi Pelatihan TKN "Kecurangan Bagian dari Demokrasi"

    Nasional
    KPK Sebut Pemeriksaan Novel Hanya Pengulangan, Tak Ada Hal Baru

    KPK Sebut Pemeriksaan Novel Hanya Pengulangan, Tak Ada Hal Baru

    Nasional
    KPU Pertanyakan Keaslian Amplop yang Dibawa Saksi 02

    KPU Pertanyakan Keaslian Amplop yang Dibawa Saksi 02

    Nasional

    Close Ads X