Kompas.com - 01/06/2013, 08:08 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembunuhan Fransiskus Refra atau yang akrab disapa Tito Refra Kei mengejutkan para kerabat. Mereka tidak percaya adik kandung John Refra Kei tersebut tewas dibunuh di dekat kediamannya sendiri.

"Ini kan rumah kami, berani betul dia (pelaku) bisa datang ke sini," ujar salah seorang pria, kerabat Tito yang enggan menyebutkan namanya, kepada wartawan di lokasi, Sabtu (1/6/2013) dini hari. Menurutnya, pelaku pembunuh Tito bukanlah pelaku kriminal sembarangan. Bahkan, pelaku yang mengenakan helm dan jaket tertutup itu diduga terlatih.

Hal itu dilihat dari beberapa informasi yang diperolehnya saat pelaku membunuh Tito. Dikatakannya, pelaku memahami kondisi tempat kejadian perkara dengan baik. Hal itu terlihat dari waktu pembunuhan yang tepat karena saat itu Tito dalam kondisi lengah tanpa kawalan. Terlebih, pelaku mengetahui Tito tengah bermain kartu. Padahal, tidak tiap malam Tito main kartu.

Hal senada diungkapkan Cosmas Refra, pengacara sekaligus adik sepupu Tito. Menurut dia, pembunuhan tersebut diduga direncanakan dengan baik. Pasalnya, pelaku hanya melepaskan satu kali tembakan untuk melumpuhkan Tito dan satu tembakan untuk Ratim (70), pemilik warung tempat Tito bermain kartu.

"Saya menduga pelaku sudah observasi terlebih dahulu, tidak bisa sembarangan orang itu. Kalau tidak ada orang dalam yang memberi info, tidak mungkin orang luar bisa tahu," tambah Cosmas. Meski demikian, kerabat serta keluarga besar Tito Refra mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan tersebut kepada kepolisian. Cosmas berharap polisi bisa segera mengungkap pelaku pembunuhan ini.

Tito Refra dibunuh dengan cara ditembak di bagian kepala pada Jumat sekitar pukul 20.00 WIB di warung milik Ratim di Jalan Titian Raya Indah, RT 03 RW 11, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat. Pelaku diduga berjumlah satu orang.

Selain Tito, pelaku juga menembak hingga tewas pemilik warung berama Ratim (70). Tito tewas dengan peluru menembus bawah mata kanan keluar di rahang kanan. Sementara itu, Ratim tewas dengan luka tembak di dadanya. Jenazah Tito dan Ratim kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi, setelah sempat dilarikan ke RS Ananda di Bekasi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X