Kompas.com - 29/05/2013, 19:22 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah diminta tidak menganggap enteng dugaan kasus korupsi proyek bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang saat ini tengah disidangkan.

Direktur Indonesia for Public Trust, Hilmi Rahman Ibrahim, mengatakan, semua instansi pemerintah yang terkait dengan proyek bioremediasi sudah menyatakan tidak ada kerugian negara, bahkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah membatalkan penetapan tersangka Bachtiar Abdul Fattah. Akan tetapi, Kejaksaan Agung tetap saja memaksa seolah-olah ada kerugian negara.

Menurutnya, jika pemerintah tidak memperhatikan kasus ini, bisa menjadi preseden buruk bagi kepastian hukum investor yang menanamkan modal di Indonesia. “Bayangkan bila sekelas Chevron menganggap tidak ada kepastian hukum di sini, lalu mereka hengkang, berapa besar kerugian kita hanya karena aparat Kejaksaan Agung yang main paksa,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (29/5/2013).

Sejauh ini, investasi hulu migas Chevron mencapai 3 miliar dollar AS atau 17 persen dari total investasi hulu migas tahun ini sebesar 23,5 miliar dollar AS. Chevron menargetkan bisa memproduksi minyak 320.000 barrel per hari (bph) atau mencapai 37,6 persen dari total produksi minyak nasional.

Chevron masih menjadi kontraktor dengan investasi terbesar tahun ini sekitar 3 miliar dollar AS, disusul Total E&P Indonesia sekitar 2,5 miliar dollar AS, lalu Pertamina dan Conoco Phillips.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.