Kompas.com - 29/05/2013, 14:54 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

PONTIANAK, KOMPAS.com — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Barat Haris Harahap meminta keluarga Abdul Hadi untuk menunjukkan perusahaan penyalur ke Malaysia.

Setahun ini Hadi sering pingsan dan kejang-kejang sepulang bekerja dari pabrik plywood di Sarawak, Malaysia.

"Harus ditelusuri siapa perusahaan penyalurnya supaya jelas bagaimana proses rekrutmennya," kata Haris, Rabu (29/5/2013).

Kondisi Hadi pada Jumat lalu kritis karena frekuensi kejang makin sering. Hadi juga tak bisa bicara sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Saat pulang dari Sarawak, muka Hadi lebam dan giginya patah satu. Keluarga tak memperoleh kejelasan apa penyebab kondisi itu, tetapi keluarga menduga Hadi dianiaya.

Sejak saat itu, Hadi sering pingsan dan kejang-kejang hingga kondisinya kritis pada Jumat lalu.

Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara Devi Tiomana menjelaskan, Rabu ini, perusahaan tempat Hadi pernah bekerja akan memberikan kompensasi kepada Hadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompensasi diberikan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada mantan karyawannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.