Kompas.com - 29/05/2013, 05:35 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terus saja merajai sejumlah survei mengenai kandidat ideal untuk calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilu 2014. Apa tanggapan Jokowi soal itu?

"Jadi capres? Wong dari dulu nggak pernah mikir (itu)," ujar Jokowi ringan, di Balaikota Jakarta, Selasa (28/5/2013). Bukan sekali ini Jokowi berkomentar senada bahkan dengan kata-kata yang sama.

Kepada para wartawan, berulang kali Jokowi mengatakan dia sekarang masih sibuk mengurus Jakarta. Daripada berandai-andai mengikuti hasil survei itu, masih banyak hal yang harus dipikirkannya. "Ngurusin KJS saja pusing, mau diinterpelasi, mau di-impeachment, ngurusin rusun, wong ini (kok) ditambah ngurusi survei lagi," tepis Jokowi.

Seperti diberitakan, Minggu (26/5/2013), survei terakhir yang dirilis Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) kembali menempatkan Jokowi sebagai kandidat paling diminati para responden. Elektabilitasnya bahkan disebut mengalahkan tokoh partai dan pejabat publik lain.

Dengan 1.635 responden di 31 provinsi, survei yang digelar pada 9-16 April 2013 tersebut mendapatkan 28,6 persen responden menyatakan akan memilih Jokowi dalam Pemilu 2014. Dukungan untuk Jokowi melampaui dukungan untuk Prabowo Subianto yang mendapatkan 15,6 persen suara responden, bahkan meninggalkan Megawati Soekarnoputri yang dalam survei itu hanya mendapatkan dukungan 5,4 persen.

Jokowi paling populer di antara pejabat publik atau pejabat negara lainnya. Popularitasnya mencapai 85,9 persen, mengalahkan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang popularitasnya diakui 78,5 persen responden. Popularitas pejabat lainnya, Sri Sultan Hamengkubuwono X 59,5 persen, Dahlan Iskan 42,6 persen, Mahfud MD 39,6 persen, Pramono Edhie Wibowo 20,2 persen, Djoko Suyanto 15,2 persen, dan Gita Wirjawan 8,4 persen.

Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Philips J Vermonte mengatakan, pada hasil survei CSIS Januari 2012, Prabowo memiliki tingkat dukungan paling tinggi dari publik sebagai capres. Namun, elektabilitas Jokowi kini melampaui Prabowo. Adapun elektabilitas tokoh-tokoh lama, kata dia, stagnan atau menurun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Fenomena ini bukan soal Jokowi semata. Ini indikasi bahwa masyarakat Indonesia mengharapkan calon pemimpin alternatif, Jokowi, atau calon alternatif lainnya," kata Philips. Selain Jokowi, Prabowo, dan Megawati, para responden memberikan dukungan untuk beberapa nama lain sebagai kandidat Presiden di pemilu mendatang.

Aburizal Bakrie mendapatkan 7 persen dukungan suara responden, Jusuf Kalla 3,7 persen, Mahfud MD 2,4 persen, dan Hatta Rajasa 2,2 persen. Tetapi, 28 persen responden belum memiliki pilihan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.