Dari Mana BBM dan Kayu Milik Aiptu Labora?

Kompas.com - 28/05/2013, 13:17 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

TIMIKA, KOMPAS.com — Tim investigasi gabungan dari Polda Papua dan Bareskrim Mabes Polri masih terus berupaya membuktikan pelanggaran hukum dalam bisnis bahan bakar minyak dan kayu serta indikasi pencucian uang yang melibatkan Aiptu Labora Sitorus.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen (Pol) Tito Karnavian mengatakan, dalam pemeriksaan, Labora Sitorus banyak menyampaikan dasar-dasar yang menyatakan bisnis yang melibatkannya tidak melanggar hukum.

Dalam kasus BBM ilegal, sebanyak 1.000 ton solar yang disita di Pelabuhan Sorong, Papua Barat, 21 Maret lalu, diakui Labora adalah stok lama. Namun, menurut Tito, dari penelusuran di Pertamina, izin Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) untuk PT Seno Adhi Wijaya sudah berakhir bulan Oktober 2012 sehingga seharusnya sudah tidak ada stok lagi.

"Kenapa masih ada stok? Dari pemeriksaan lapangan, nahkoda mengatakan mendapat minyak dari beberapa kapal yang ada di laut, istilahnya "kencingan". Nah, ini jadi bahan perdebatan, silakan membela diri dan kita akan berusaha membuktikan," tegas Tito.

Sementara untuk kasus kayu ilegal yang melibatkan PT Rotua juga diklaim Labora sebagai kayu legal karena diperoleh dengan membeli dari masyarakat setempat yang memiliki izin. Dalam penelusuran tim investigasi kepolisian, diketahui bahwa ada tujuh izin pemanfaatan kayu dengan kuota 50 kubik pertahun yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

"Dari hasil penyelidikan di lapangan, banyak anggota masyarakat yang tidak memiliki izin melakukan penebangan dan kemudian menjual kepada Labora. Menjual 5 kubik, 10 kubik dengan boat-boat kecil kepada yang bersangkutan karena banyak orang akumulasinya menjadi besar," ungkap Tito.

Lebih lanjut, Tito mengatakan, sejumlah warga yang diperiksa mengakui tindakan mereka melanggar hukum yang diakibatkan sulitnya mendapatkan perizinan. "Kepentingan kami untuk perut. Ini menjadi dilematis masalah sosial, tapi secara hukum menurut pendapat kita ada unsur pelanggaran," tegasnya.

Menurut Tito, dalam kasus yang melibatkan Aiptu Labora Sitorus, kepolisian sudah menetapkan Direktur PT Seno Adhi Wijaya dan PT Rotua sebagai tersangka. Tito menegaskan saat ini pihaknya fokus untuk menelusuri kasus BBM dan kayu ilegal yang dikaitkan dengan dana transaksi di sejumlah rekening Labora. 

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Masyarakat Disarankan Gunakan Masker Kain saat Berada di Tempat Umum

    Masyarakat Disarankan Gunakan Masker Kain saat Berada di Tempat Umum

    Nasional
    Jubir Pemerintah: Tetap Tinggal di Rumah Adalah Solusi Terbaik Cegah Penyebaran Covid-19

    Jubir Pemerintah: Tetap Tinggal di Rumah Adalah Solusi Terbaik Cegah Penyebaran Covid-19

    Nasional
    UPDATE: Ada 106 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 9 Provinsi

    UPDATE: Ada 106 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 9 Provinsi

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 16 Orang, Total 150 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

    UPDATE: Bertambah 16 Orang, Total 150 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

    Nasional
    UPDATE: Total Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia 191 Orang

    UPDATE: Total Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia 191 Orang

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 106, Total Ada 2.092 Kasus Covid-19 di Indonesia

    UPDATE: Bertambah 106, Total Ada 2.092 Kasus Covid-19 di Indonesia

    Nasional
     Dompet Dhuafa Targetkan Pasang 1.000 Bilik Disinfektan

    Dompet Dhuafa Targetkan Pasang 1.000 Bilik Disinfektan

    Nasional
    Ditangani Sesuai Protokol, Jenazah Pasien Covid-19 Tak Akan Jadi Sumber Penularan

    Ditangani Sesuai Protokol, Jenazah Pasien Covid-19 Tak Akan Jadi Sumber Penularan

    Nasional
    Pengamat: Kebijakan PSBB Belum Tegas, Tak Efektif Atasi Covid-19

    Pengamat: Kebijakan PSBB Belum Tegas, Tak Efektif Atasi Covid-19

    Nasional
    Psikolog Dompet Dhuafa Jelaskan Pentingnya Manajemen Stres saat Pandemi Covid-19

    Psikolog Dompet Dhuafa Jelaskan Pentingnya Manajemen Stres saat Pandemi Covid-19

    Nasional
    Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Produksi APD Mandiri

    Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Produksi APD Mandiri

    Nasional
    Tips dari Kak Seto untuk Orangtua yang Dampingi Anak Belajar dari Rumah

    Tips dari Kak Seto untuk Orangtua yang Dampingi Anak Belajar dari Rumah

    Nasional
    Hingga 4 April, 519 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

    Hingga 4 April, 519 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

    Nasional
    Gugus Tugas Covid-19: Orang Sehat Pakai Masker 2 Lapis, Orang dengan Gejala Pakai Masker 3 Lapis

    Gugus Tugas Covid-19: Orang Sehat Pakai Masker 2 Lapis, Orang dengan Gejala Pakai Masker 3 Lapis

    Nasional
    Soal Wacana Bebaskan Napi Korupsi, BW: Ini Menjelaskan Pertanyaan, Siapa Sahabat Koruptor?

    Soal Wacana Bebaskan Napi Korupsi, BW: Ini Menjelaskan Pertanyaan, Siapa Sahabat Koruptor?

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X