Kompas.com - 27/05/2013, 17:50 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

AMBON, KOMPAS.com- Bandar udara di Dobo, ibu kota Kabupaten Aru, Maluku, sempat ditutup massa pendukung terpidana korupsi Bupati Aru Theddy Tengko. Penerbangan pun terganggu.

Para pendukung Tengko itu beraksi setelah mendengar tim dari kejaksaan dan kepolisian akan tiba di Dobo dengan pesawat untuk mengeksekusi Tengko. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, penutupan bandara dilakukan oleh massa pendukung Tengko dengan dipimpin Kepala Desa Wangel, Yandris Barends, bersama Kepala Desa Durjela, Ulis Barends, sekitar pukul 03.00 WIT, Senin (27/5/2013).

Massa menutup bandara dengan memasang sasi berupa janur kelapa, persis di landasan pacu pesawat. Sasi merupakan tata cara adat masyarakat di bagian tenggara Maluku untuk melarang setiap orang masuk satu kawasan tertentu. Tindakan ini dilakukan setelah mereka mendengar informasi Tengko akan dieksekusi oleh tim gabungan dari kejaksaan dan kepolisian. Tim gabungan ini mereka dengar akan tiba di Dobo dengan menggunakan pesawat pada Senin siang.

Akibat penutupan ini, penerbangan pesawat Trigana Air dari Ambon ke Dobo terpaksa dibatalkan. Wakil Bupati Aru Umar Djabumona mengatakan, setelah ada pertemuan massa pendukung Tengko dengan Kepolisian Resor Aru, sasi tersebut baru dibuka kembali, Senin pagi.  Rencananya, penerbangan ke Dobo hari ini akan beroperasi seperti biasanya.

Dalam pertemuan itu mereka meminta eksekusi Tengko tidak dilakukan karena bisa memicu konflik di Aru. Namun Kepala Kepolisian Resor Aru Ajun Komisaris Besar Muhammad Syarif yang juga hadir dalam pertemuan membantah eksekusi Tengko akan dilakukan. "Massa memperoleh informasi yang salah," jelasnya.

Umar menyayangkan tindakan penutupan bandara. "Kapolres Aru juga meminta agar masyarakat tidak terhasut isu-isu yang tidak benar," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.