Capres Mulai Didorong

Kompas.com - 06/05/2013, 01:56 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Jelang Pemilihan Umum 2014, upaya memunculkan calon alternatif sebagai Presiden RI 2014-2019 atau memperkuat sejumlah calon presiden yang sudah mendeklarasikan diri dilakukan. Minggu (5/5), Pol-Tracking Institute dan Lembaga Survei Nasional merilis riset dan survei mereka tentang calon presiden.

Menurut Pol-Tracking Institute, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) unggul di semua kriteria riset calon presiden alternatif. Sembilan figur lain yang terseleksi adalah Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, mantan Gubernur Sumatera Barat dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, Bupati Kutai Timur Isran Noor, dan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat.

Dari 10 aspek yang dinilai, Jokowi unggul dibandingkan figur lain. Sementara Tri selalu berada di bawah Jokowi. Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda AR dalam paparan hasil riset mengatakan, riset bertujuan memberikan referensi kepada publik parpol dalam penjajakan kandidat presiden dan wakil presiden. Riset sengaja memunculkan figur yang merupakan kepala daerah dan dinilai sukses sehingga bisa dipromosikan dalam kontestasi nasional.

”Dalam aspek integritas, Jokowi meraih skor 83,02, jauh mengungguli figur lain. Kemudian disusul Tri (78,57), Herry (71,12), dan Gamawan (69,66). Figur dengan bobot skor teratas mendapatkan penghargaan sebagai kepala daerah antikorupsi dan daerahnya minim korupsi dibanding daerah lain,” kata Hanta.

Pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin dan Guru Besar Psikologi Politik UI Hamdi Muluk, yang membahas hasil riset, mengemukakan, belenggu oligarki dan masih bercokolnya sistem dinasti kekuasaan membuat calon presiden alternatif sulit muncul. Publik harus memaksa parpol untuk membawa perubahan.

Sementara itu, Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto adalah tokoh parpol yang paling banyak dipilih pemilih pemula sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Aburizal dinilai sudah kaya sehingga tidak memiliki agenda melakukan korupsi.

Hasil survei mengenai perilaku pemilih pemula (voting behavior) dilakukan pada 1-7 April 2013. Menurut peneliti utama LSN, Gema Nusantara, Aburizal mendapat 18,6 persen, Wiranto 16,3 persen, Megawati Soekarnoputri 13,9 persen, Prabowo Subianto 12,5 persen, Hatta Rajasa 5,3 persen, dan Surya Paloh 5,3 persen.

Di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Jakarta, kemarin, berlangsung deklarasi menolak politisi bermasalah. (BIL/FER/ONG)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.