Sarah Zafria, Kliennya Bintang Hollywood

Kompas.com - 15/04/2013, 11:39 WIB

Sebagai desainer interior, Sarah kerap memadukan unsur etnik dengan gaya modern atau klasik Amerika dan Eropa. Ia juga berusaha memasukkan seni atau materi alam Indonesia. Seni dan materi Indonesia baginya sangat kaya. ”Namun, kita harus tahu cara produksi dan penempatannya. Batok kelapa, kerang, dan kulit pari, misalnya, bisa jadi bahan panel dan mebel, tetapi pengerjaannya harus benar-benar rapi dan berstandar internasional.”

Sarah juga bekerja sama dengan tukang kayu dan perajin. Pelan-pelan ia menyadari, banyak persoalan membelit perajin, terutama di skala usaha mikro, kecil, dan menengah.

Bekal pengetahuan tentang bahan, perhitungan ergonomi, kecukupan modal, dan mentalitas sulit menerima kritik kerap jadi kendala. ”Sudah waktunya kita dan pemerintah lebih perhatian pada UKM."

Ia juga menyimpan perhatian pada anak-anak tak mampu. Mereka bukan hanya butuh dibantu dengan uang, melainkan juga perlu inspirasi. Sarah bercita-cita menjadikan galerinya tempat belajar. Ia berencana menyiapkan sarana dan pelatihan untuk membagi ilmu. ”Supaya anak-anak itu tumbuh dengan melihat peluang untuk mengembangkan diri,” tuturnya.

Karunia terindah
Sarah sudah bergaya bak desainer interior sejak kanak-kanak. Sejak kelas I SD, ia sudah heboh menata rumah setiap keluarganya akan kedatangan tamu. ”Saya minta barang ini dipindah ke sana, yang itu ke sini, dan selalu harus ada bunga segar di posisi yang tepat.”

Ia beruntung, sang ibu, Hafizah Shibly, tak pernah keberatan. Ayahnya, Anton Saksono, jadi teman diskusi Sarah—termasuk dalam urusan menata rumah—sejak kecil. Sulung dari dua bersaudara ini tumbuh akrab dengan barang seni koleksi ayahnya. Ia juga amat menikmati ”petualangan” keluar masuk museum, pasar seni, dan pasar loak, bersama ayahnya.

Perempuan berdarah campuran Jawa, Kalimantan, dan Pakistan ini meyakini, keluarga adalah permata paling berharga. Suara Sarah mendadak melemah, matanya basah, ketika berkisah tentang ayahnya.

”Papa inspirasi terbesar buat saya. Dia mengajari saya berbagi kepada orang, baik ilmu maupun uang. Kita kaya bukan karena uang. Uang itu sangat membantu, tetapi tanpa rasa kasih dan berbagi, kita tidak akan bahagia.

Pengalamannya menggarisbawahi pesan itu. Ketika bekerja di New York, sebagai lajang dengan gaji besar Sarah gemar belanja. Namun, kegembiraan hanya muncul sesaat ketika ia masih di toko. ”Begitu sampai rumah dan belanjaan ditaruh, that’s it, hampa rasanya.”

Kata Sarah, suami yang berbagi banyak minat bersamanya serta mau menerima apa adanya juga karunia terindah. Dengan rasa syukur, hidup memang jadi indah.

(Nur Hidayati)

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorDini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Nasional
Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Nasional
Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Nasional
Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Nasional
Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Nasional
Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Nasional
Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Nasional
Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

Nasional
Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Nasional
MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

Nasional
Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Nasional
Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Nasional
Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Nasional
Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Nasional
Close Ads X