Kompas.com - 22/02/2013, 17:04 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi penerimaan pajak pada tahun 2012 meleset dari target semula. Hal ini antara lain disebabkan karena ada ratusan perusahaan komoditas yang meminta penurunan setoran pajak.

"Memang ada ratusan perusahaan komoditas khususnya tambang yang meminta penurunan setoran pajak. Ini disebabkan karena produksi dan omzet mereka menurun. Sehingga mereka meminta penurunan setoran pajak," kata Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Chandra Budi kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Chandra menegaskan tindakan tersebut memang diperbolehkan oleh Ditjen Pajak. Bahkan pihaknya juga bisa menghilangkan sama sekali setoran pajak tersebut. Namun hal itu harus memenuhi aturan yang berlaku.

Karena setoran pajak berkurang, otomatis target penerimaan pajak tahun 2012 juga tidak terpenuhi. Namun Chandra menegaskan, perusahaan komoditas ini hanya meminta penurunan setoran pajak, bukan menunda setoran pajak.

Untuk tahun ini, pihaknya belum menghitung perusahaan mana lagi yang meminta penurunan setoran pajak.

"Memang ada perusahaan (komoditas) besar di tahun lalu yang meminta penurunan setoran pajak. Tapi saya tidak mau menyebutkan perusahaannya apa saja. Soalnya itu kan wajib pajak yang harus dilindungi kerahasiaannya," tambahnya.

Sekadar catatan, realisasi penerimaan pajak tahun 2012 meleset dari target  APBN-Perubahan. Sampai akhir Desember 2012, penerimaan pajak mencapai Rp 980,1 triliun atau 3,6 persen lebih rendah dari target sebesar Rp 1.016,2 triliun.

"Hal ini antara lain disebabkan oleh tidak tercapainya target penerimaan PPh nonmigas, pajak lainnya, dan bea keluar," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Senin (7/1/2013).

Menkeu memaparkan, realisasi penerimaan pajak penghasilan (PPh) mencapai Rp 464,7 triliun atau 90,3 persen dari target Rp 513,7 triliun dan bea keluar mencapai Rp 21,2 triliun atau 91,5 persen dari target Rp 23,2 triliun.

Ia mengatakan, tidak tercapainya realisasi tersebut berkaitan dengan lesunya sektor pertambangan yang dipicu oleh rendahnya kadar konsentrat mineral di area pertambangan. "Selain itu, menurunnya pertumbuhan ekspor berpengaruh pada melambatnya penerimaan pajak di sektor industri pengolahan," kata Menkeu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.