HTI Minta Jokowi Tak Izinkan Pembangunan Kedubes AS

Kompas.com - 08/01/2013, 13:22 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi demonstrasi di depan Balaikota DKI Jakarta. Massa HTI menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak memberikan izin pembangunan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang letaknya berdekatan dengan Balaikota DKI.

Menurut mereka, Kedubes Amerika akan dibangun hingga 10 lantai dengan nilai pembangunan mencapai 450 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,2 triliun. HTI menuding proyek yang nantinya melibatkan lebih dari 5.000 pekerja adalah bagian dari mata-mata bangsa asing yang ingin menguasai Indonesia.

"Jangan jadikan Jakarta ini sebagai pusat imperialisme di Asia. Kalau sampai ini dibangun, maka ini bangunan duta besar ini akan menjadi kedubes terbesar," ujar Koordinator HTI Syaifudin Zuhri, di Balaikota Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Bahkan ia mengatakan, kalau sampai Jokowi mengizinkan pembangunan Kedubes AS tersebut, maka HTI akan datang kembali ke Balaikota dan melakukan aksi yang lebih dahsyat demi menolak rencana pembangunan gedung tersebut.


"Kalau Jokowi mengizinkan pembangunan, berarti Jokowi juga merupakan antek- antek imperialisme," ujarnya.

Aksi ini berlangsung sejak pukul 11.30 WIB. Meski cuaca mendung disertai hujan gerimis, massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tetap melakukan aksinya di bawah rintik-rintik hujan. Polisi terlihat berjaga-jaga di depan Balaikota DKI.

Aksi ini mengakibatkan ruas Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan MH Thamrin sempat mengalami kemacetan. Aparat kepolisian dari Polres Jakarta Pusat pun tampak mengatur lalu lintas dan mengawal jalannya aksi.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X