BNN: Waspadai Paket Narkoba yang Dikirim ke Rumah!

Kompas.com - 07/01/2013, 12:50 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebaiknya jangan girang dulu jika tiba-tiba Anda mendapatkan kiriman paket barang yang dialamatkan ke rumah Anda dari seseorang yang tidak Anda kenal. Bukan tidak mungkin, paket kiriman tersebut berisi narkoba. Jika sampai membukanya, urusannya bisa menjadi runyam dan panjang.

Narkotika memang bukan merupakan hal baru di Indonesia. Namun, keberadaannya yang mengancam jiwa setiap orang banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Berbagai macam modus digunakan untuk mendapatkan keuntungan, salah satunya dengan mengirimkan paket narkoba ke alamat rumah yang dipilih secara acak.

Kabag Humas BNN Sumirat Dwiyanto memaparkan, modus pengiriman paket narkotika dengan meminjam alamat rumah saat ini perlu diwaspadai. Siapa pun yang menerima paket pengiriman barang dari nama pengirim yang tidak dikenal harus diwaspadai.

"Sudah ada beberapa kasus terkait pengiriman paket yang berisi narkoba dan dikirimkan melalui perusahaan jasa penitipan. Salah satu kasus terbaru, sebuah paket yang dikirimkan ke Magelang, Jawa Tengah, 14 Desember 2012, dengan meminjam alamat rumah yang dilihat melalui buku kuning, biasanya di depan rumah yang alamatnya dipinjam sudah ada seseorang yang menunggu dan akan mengambil paket tersebut," kata Sumirat kepada wartawan di Lapangan BNN, Senin (7/1/2013).

Lebih lanjut, Sumirat mengatakan, pihak BNN telah bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) untuk bertukar informasi guna menyelidiki pengiriman narkotika yang dikirim menggunakan PJT.

Bertukar informasi, pembekalan pelatihan terhadap kurir PJT merupakan salah satu cara kerja sama yang dilakukan BNN. Sumirat juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menerima paket kiriman apa pun yang sampai ke rumah, jika tidak mengetahui siapa pengirimnya. Perlu dilakukan cek silang kepada teman atau saudara, ketika paket yang diterima dengan nama pengirim yang hampir mirip dengan nama teman atau saudara. Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tidak terjebak dalam permainan tidak bertanggung jawab oknum-oknum pengedar narkoba.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Kontras Nilai UU Pengadilan HAM Belum Efektif Beri Akses Keadilan

Nasional
Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Di Countries Strategic Dialogue, Pemerintah Akan Sampaikan Kondisi Pandemi dan Perekonomian Indonesia

Nasional
Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Alasan Menkumham Usulkan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Mengaku 2 Kali Surati Kejagung terkait Permohonan Penerbitan Red Notice Baru Djoko Tjandra

Nasional
Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Akui Terima Surat dari Istri Djoko Tjandra soal Red Notice, Irjen Napoleon: Istrinya Punya Hak Hukum

Nasional
Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Hari H Pilkada Makin Dekat, Mendagri: Yang Berpotensi Langgar Jaga Jarak Tak Boleh Terjadi

Nasional
Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Satgas Sebut Rumah Sakit di 4 Provinsi Alami Kenaikan Jumlah Pasien Covid-19

Nasional
Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 7 Modus Pelibatan Anak dalam Kampanye yang Mungkin Terjadi pada Pilkada 2020

Nasional
Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Tak Hanya Guru Honorer, Lulusan PPG yang Belum Mengajar Juga Bisa Tes PPPK

Nasional
Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Panglima TNI Tak Perintahkan Copot Spanduk, Pangdam Jaya: Setelah Kegiatan Saya Laporkan

Nasional
Sidang Perdana Judicial Review UU Cipta Kerja, KSPI: Buruh Tak Gelar Aksi

Sidang Perdana Judicial Review UU Cipta Kerja, KSPI: Buruh Tak Gelar Aksi

Nasional
Usulan Formasi Guru untuk Seleksi PPPK Diperpanjang hingga 31 Desember 2020

Usulan Formasi Guru untuk Seleksi PPPK Diperpanjang hingga 31 Desember 2020

Nasional
Pakar Imunisasi: Jika Beruntung Dapat Vaksin Covid-19, Jangan Ditolak

Pakar Imunisasi: Jika Beruntung Dapat Vaksin Covid-19, Jangan Ditolak

Nasional
Pangdam Jaya: Penurunan Spanduk Rizieq Shihab Sesuai Prosedur

Pangdam Jaya: Penurunan Spanduk Rizieq Shihab Sesuai Prosedur

Nasional
Orangtua Djoko Tjandra Meninggal di Tahun 2015, Tim Sempat Berjaga-jaga di Sejumlah Titik

Orangtua Djoko Tjandra Meninggal di Tahun 2015, Tim Sempat Berjaga-jaga di Sejumlah Titik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X