Pengendali Narkoba di Kampung Ambon Dibekuk

Kompas.com - 04/01/2013, 23:53 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Unit Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat meringkus pemasok dan kurir narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Penangkapan tersebut terjadi pada tanggal 20 Desember 2012 setelah mendapatkan informasi tiga hari sebelumnya.

"Penangkapan dilakukan setelah anggota unit narkoba mendapatkan informasi pemasok narkoba jenis sabu. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di kompleks Taman Kota, Kembangan," kata AKBP Gembong Yudha di Polres Jakarta Barat pada Jumat (4/1/2013).

Ia melanjutkan, ketika melakukan penyelidikan di Taman Kota, polisi menangkap tersangka ZK alias Acong (31) dan BM (28) yang berada di kompleks Taman Kota Blok D Nomor 46, Kembangan, Jakarta Barat.

Saat melakukan penggeledahan, juga ditangkap tersangka MV (27) untuk menyetorkan hasil penjualan sabu di Kampung Ambon dari tersangka ED yang masih masuk daftar pencarian orang.

Menurutnya, tiap-tiap tersangka memiliki peran. Tersangka BM bertugas sebagai pengendali usaha penjualan narkoba, ED sebagai penjaga lapak di kampung Ambon, sedangkan ZK dan MV bertugas menjadi kurir yang mengantar dan menjemput uang hasil penjualan. Dalam sehari mereka bisa menjual 3 ons sabu di Kampung Ambon.

Gembong menambahkan, rumah di kompleks Taman Kota merupakan tempat untuk mengendalikan dan menerima uang hasil penjualan narkoba. Adapun lapak penjualan dilakukan di Jalan Intan Nomor 170-171, Komplek Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

Ia melanjutkan, dari penangkapan tersebut, polisi mengumpulkan barang bukti berupa uang tunai dan mobil mewah. Adapun barang bukti sabu yang ditemukan hanya sebanyak 0,12 gram.

"Narkotikanya cuma sedikit karena sudah dijual dan diuangkan," kata Gembong. Barang bukti tersebut adalah uang tunai Rp 300 juta, uang tunai 30.000 dollar AS, tabungan BCA Rp 280 juta, 1 Toyota Alphard, 1 Mercedes-Benz, 1 Toyota Innova, 1 paket kecil sabu, dan 5 alat penghisap sabu.

Saat ini, Polres Metro Jakarta Barat masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk meringkus tersangka lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Formappi: DPR Sibuk Revisi UU, Bikin RUU Baru, padahal Saat Ini Indonesia Hiper Regulasi

Formappi: DPR Sibuk Revisi UU, Bikin RUU Baru, padahal Saat Ini Indonesia Hiper Regulasi

Nasional
Pemerintah Siapkan Sistem Pendataan Digital untuk Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19

Pemerintah Siapkan Sistem Pendataan Digital untuk Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19

Nasional
Beri Klarifikasi, Firli Sebut Baca Why Nations Fail pada 2012, Bukan 2002

Beri Klarifikasi, Firli Sebut Baca Why Nations Fail pada 2012, Bukan 2002

Nasional
Ini Alasan Jokowi Undang LSM Agraria ke Istana

Ini Alasan Jokowi Undang LSM Agraria ke Istana

Nasional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Mendagri: Jangan Persulit Masyarakat Buat E-KTP

Jelang Pencoblosan Pilkada, Mendagri: Jangan Persulit Masyarakat Buat E-KTP

Nasional
Formappi: Kalau Mau Perkuat Demokrasi, Ya Hapus UU ITE

Formappi: Kalau Mau Perkuat Demokrasi, Ya Hapus UU ITE

Nasional
Satgas: Libur Panjang Akhir Tahun Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19

Satgas: Libur Panjang Akhir Tahun Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19

Nasional
Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, KSPI Sebut Isu Investasi dan Ketenagakerjaan Tak Bisa Digabung dalam Satu UU

Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, KSPI Sebut Isu Investasi dan Ketenagakerjaan Tak Bisa Digabung dalam Satu UU

Nasional
AMAN Mengaku Tak Pernah Kirim Karangan Bunga di Markas Kodam Jaya

AMAN Mengaku Tak Pernah Kirim Karangan Bunga di Markas Kodam Jaya

Nasional
Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 3,9 Persen Dibandingkan Pekan Sebelumnya

Satgas Sebut Kasus Covid-19 Meningkat 3,9 Persen Dibandingkan Pekan Sebelumnya

Nasional
Muncul Anggapan Perbedaan Perlakuan antara Massa Petamburan dengan Demonstrasi, Ini Jawaban Satgas

Muncul Anggapan Perbedaan Perlakuan antara Massa Petamburan dengan Demonstrasi, Ini Jawaban Satgas

Nasional
Survei Change.org Catat 5 Persoalan Daerah Menurut Anak Muda

Survei Change.org Catat 5 Persoalan Daerah Menurut Anak Muda

Nasional
Kasus Covid-19 Tak Terkendali, Satgas Ingatkan Pemda Tegas Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Tak Terkendali, Satgas Ingatkan Pemda Tegas Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Nasional
Survei Change.org: Janji Kampanye Calon Kepala Daerah Terpilih Perlu Diawasi

Survei Change.org: Janji Kampanye Calon Kepala Daerah Terpilih Perlu Diawasi

Nasional
Polisi Selidiki Dugaan Kampanye di Luar Jadwal oleh Mulyadi-Ali Mukhni

Polisi Selidiki Dugaan Kampanye di Luar Jadwal oleh Mulyadi-Ali Mukhni

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X