KPK Fokus Berkaskan Perkara Djoko Susilo

Kompas.com - 13/12/2012, 02:19 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi minggu ini berencana memeriksa kembali tersangka Inspektur Jenderal Djoko Susilo untuk melengkapi berkas perkaranya dalam kasus korupsi pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas Polri. Kini, KPK fokus melengkapi berkas Djoko Susilo.

Kemarin, KPK mengecek fisik simulator berkendara di Korlantas Polri dan memeriksa Ketua Panitia Pengadaan Simulator AKBP Teddy Rusmawan sebagai saksi.

”KPK melakukan cek fisik terhadap simulator untuk melengkapi bukti-bukti. Mungkin akan ada pemeriksaan lagi terhadap tersangka, kemudian berkasnya akan diproses ke penuntutan. Setelah itu, KPK akan melanjutkan pemeriksaan tersangka lainnya,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Rabu (12/12) di Jakarta.

Menurut Johan, cek fisik yang dilakukan penyidik KPK secara umum bertujuan mencocokkan data mengenai spesifikasi simulator berkendara. ”Cek fisik dimaksudkan untuk mengetahui sesuai tidaknya spesifikasi yang ada dalam dokumen dengan fisik alatnya,” ujar Johan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, penyidik KPK memang mendatangi kantor Korlantas untuk mengecek fisik simulator. Dalam tes fisik tersebut, KPK tidak melakukan penyitaan.

Bantah menyimpang

Teddy Rusmawan kemarin diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK lebih kurang sembilan jam. Seusai pemeriksaan, Teddy membantah adanya penyimpangan prosedur dalam pengadaan simulator tersebut.

”Pengadaan sudah sesuai prosedur. Tetapi, saya tidak tahu yang lain,” kata Teddy.

Perwira menengah Polri ini bertindak sebagai ketua panitia pengadaan proyek pengadaan simulator tahun 2011 yang diduga merugikan negara hingga Rp 100 miliar.

Teddy sebelumnya ditetapkan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sebagai tersangka kasus simulator ini. Namun, Teddy kini berstatus sebagai saksi setelah Bareskrim menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Untuk kasus simulator berkendara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah mantan Kepala Korlantas Irjen Djoko Susilo, mantan Wakil Kepala Korlantas Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo, dan dua rekanan proyek, Budi Susanto dan Sukotjo S Bambang. (FAJ/FER)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.