Hakim Puji Nyabu Sambil Lobi Kasus?

Kompas.com - 20/10/2012, 01:02 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Pesta narkotika jenis sabu dan ekstasi yang dilakukan hakim PN Bekasi, Puji Wijayanto, bersama dua rekannya, Sidiq Pramono dan Musli Musa'ad, diduga bukan sembarang pesta. Pertemuan tersebut diduga untuk membicarakan kasus tertentu yang tengah ditangani hakim Puji dan melibatkan dua rekannya.

"Dugaannya memang seperti itu karena MM (Musli Musa'ad) datang ke Jakarta memang untuk ketemu sama PW (Puji Wijayanto)," ujar Kepala Humas BNN Kombes Sumirat saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/10/2012).

Meski demikian, Sumirat tidak bisa menjelaskan kasus apa yang tengah menjadi kasak-kusuk antara ketiga orang tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, tiga orang bersama empat wanita penghibur yang turut diringkus bersama-sama pada Selasa (16/10/2012) lalu masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik dari BNN.

"Masih kita dalami karena kemarin yang sudah kita assessment, PW, SP, dan DMR (salah satu wanita penghibur). Hari ini, baru yang lainnya kita assessment," lanjut Sumirat.

Sumirat melanjutkan, karena proses assessment terhadap tujuh orang tersebut masih berlanjut, pihaknya akan menambah waktu pemeriksaan menjadi 3 x 24 jam atau tiga hari menjadi enam hari. Upaya itu dilakukan untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kasus hakim Puji.

Seperti diberitakan sebelumnya, institusi pemberantasan penyalahgunaan narkotika tersebut menangkap hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Puji Wijayanto di ruang 331, karaoke di Illigals Hotel and Club di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Selasa (16/10/2012) petang.

Enam orang petugas BNN yang telah melakukan pengintaian selama enam bulan tersebut juga meringkus seorang pria yang diduga pengacara bernama Sidiq Pramono dan seorang PNS Pemda Jayapura bernama Musli Musa'ad. Petugas juga meringkus empat orang wanita penghibur dengan inisial FA, NA, DMR, dan KN.

Di saku sang hakim, petugas menemukan 9,5 butir ekstasi seberat 3 gram; di tangan Sidiq Purnomo, petugas menemukan setengah butir ekstasi seberat 0,2 gram; 6 butir ekstasi seberat 2 gram dan 0,4 gram sabu beserta alat hisapnya ditemukan di salah satu wanita penghibur, yang diketahui belakangan milik Puji.

Berdasarkan tes urine ketujuh orang tersebut, empat orang dinyatakan positif menggunakan narkotika, yaitu Puji Wijayanto, Sidiq Pramono, dan dua wanita penghibur lainnya. Sementara Musli Musa'ad dan dua wanita penghibur lain, terbukti negatif menggunakan narkotika.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

    UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

    Nasional
    Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

    Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

    Nasional
    Rizieq Shihab yang Pernah Positif Covid-19, Berawal dari Kasus RS Ummi

    Rizieq Shihab yang Pernah Positif Covid-19, Berawal dari Kasus RS Ummi

    Nasional
    Jokowi: Saya Telah Perintahkan Vaksinasi Covid-19 Tuntas Sebelum Akhir 2021

    Jokowi: Saya Telah Perintahkan Vaksinasi Covid-19 Tuntas Sebelum Akhir 2021

    Nasional
    Jokowi: Bulan ini Curah Hujan Ekstrem, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

    Jokowi: Bulan ini Curah Hujan Ekstrem, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

    Nasional
    Azyumardi Azra: Pembubaran FPI dan HTI Tak Timbulkan Reaksi Keras dari Kelompok Muslim Lain

    Azyumardi Azra: Pembubaran FPI dan HTI Tak Timbulkan Reaksi Keras dari Kelompok Muslim Lain

    Nasional
    Jokowi: Kita Harus Optimistis Awal 2021 Jadi Titik Balik Pandemi di RI

    Jokowi: Kita Harus Optimistis Awal 2021 Jadi Titik Balik Pandemi di RI

    Nasional
    Besok, Kepala Basarnas dan Panglima TNI akan Tinjau Lokasi Bencana di Kalsel dan Mamuju

    Besok, Kepala Basarnas dan Panglima TNI akan Tinjau Lokasi Bencana di Kalsel dan Mamuju

    Nasional
    Banjir Kalsel, Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri Kirim Bantuan Secepatnya

    Banjir Kalsel, Jokowi Perintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri Kirim Bantuan Secepatnya

    Nasional
    2 Petugas dan Seorang Napi Rutan Mamuju Luka akibat Gempa

    2 Petugas dan Seorang Napi Rutan Mamuju Luka akibat Gempa

    Nasional
    Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

    Azyumardi Azra: Pembubaran HTI dan FPI Jadi Peristiwa Penting dalam Sejarah Gerakan Islam di Indonesia

    Nasional
    Kejagung Mulai Penyidikan Kasus Asabri

    Kejagung Mulai Penyidikan Kasus Asabri

    Nasional
    Kebanjiran, 56 Tahanan Rutan Barabai Kalsel Dievakuasi

    Kebanjiran, 56 Tahanan Rutan Barabai Kalsel Dievakuasi

    Nasional
    Firli Pastikan Seluruh Pegawai KPK Dapat Vaksin Covid-19

    Firli Pastikan Seluruh Pegawai KPK Dapat Vaksin Covid-19

    Nasional
    Dirut PLN Temui Pimpinan KPK, Bahas Sertifikasi Tanah hingga 'Whistleblower System'

    Dirut PLN Temui Pimpinan KPK, Bahas Sertifikasi Tanah hingga "Whistleblower System"

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X