Manajemen Indonesia Mengajar Dinilai Baik

Kompas.com - 05/10/2012, 02:27 WIB

Jakarta, Kompas - Manajemen keuangan gerakan Indonesia Mengajar dinilai baik. Penilaian ini disampaikan PricewaterhouseCoopers setelah lembaga akuntan internasional terkemuka itu mengaudit keuangan Indonesia Mengajar secara gratis.

”Pengelolaan keuangan gerakan Indonesia Mengajar telah sesuai standar tata kelola organisasi yang baik (good governance),” kata Ketua Corporate Social Responsibility PricewaterhouseCoopers (PwC) Yusron Fauzan, Kamis (4/10), di Jakarta. Ia mengatakan hal itu dalam acara Corporate Responbility Expo PwC Indonesia.

”Opini wajar tanpa pengecualian untuk Indonesia Mengajar sama dengan yang kami keluarkan untuk Bank Mandiri dan Pertamina,” kata Yusron.

Gerakan Indonesia Mengajar merupakan partisipasi masyarakat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sarjanasarjana terbaik dari perguruan tinggi terkemuka diterjunkan setahun untuk jadi guru dan memberi inspirasi di daerah terpencil di sejumlah pelosok Indonesia.


Setelah setahun mengajar, mereka diharapkan kembali pada profesi semula. ”Jika mereka jadi pemimpin, bekal setahun hidup di tengah masyarakat terpencil akan sangat berharga. Mereka jadi pemimpin global, tetapi memahami permasalahan yang ada di tataran akar rumput,” kata Ketua Yayasan Indonesia Mengajar Anies Baswedan.

Partisipasi masyarakat

Anies mengatakan, pendekatan gerakan seperti yang dilakukan Indonesia Mengajar dengan mengirim pengajar muda ke sejumlah pelosok negeri telah berhasil menciptakan relawan dan jaringan yang bekerja sama mengatasi masalah pendidikan.

Gagasan untuk mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil dengan mengirim anak-anak muda berprestasi juga mampu mendorong perubahan dan menumbuhkan inspirasi di kalangan siswa dan guru serta masyarakat.

Menurut Anies, upaya untuk menggerakkan masyarakat dan dunia usaha membantu menyelesaikan persoalan pendidikan Indonesia akan terus ditingkatkan.

”Kami akan mengajak masyarakat agar mau berdonasi. Pengajar muda sudah menginvestasikan hidupnya untuk mengajar di daerah terpencil. Bagian masyarakat untuk bisa berkontribusi, dalam bentuk uang atau bantuan lain, untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, terutama di daerah terpencil,” paparnya.

Hingga saat ini, gerakan Indonesia Mengajar telah mengirimkan 241 pengajar muda ke 136 SD di 16 kabupaten, dari Aceh Utara di Sumatera sampai Fakfak di Papua. Total pelamar sampai angkatan terakhir adalah 26.363 orang.

”Jika dukungan dari masyarakat terus menguat, gerakan Indonesia Mengajar bisa mengirimkan lebih banyak pengajar muda yang masih dibutuhkan daerah-daerah terpencil lain,” kata Anies. (ELN)



Editor

Terkini Lainnya

Klarifikasi Sepekan: Polemik Sumbangan Kasir Indomaret, 'Quick Count', hingga Penanganan Kasus Makar

Klarifikasi Sepekan: Polemik Sumbangan Kasir Indomaret, "Quick Count", hingga Penanganan Kasus Makar

Nasional
Hoaks Sepekan: Pengancam Jokowi, Aksi Gangster, hingga BPJS Beri Rp 2 Juta

Hoaks Sepekan: Pengancam Jokowi, Aksi Gangster, hingga BPJS Beri Rp 2 Juta

Nasional
Airlangga Hartarto: Sejak Reformasi, Baru Pertama Kali Golkar Menangkan Capres

Airlangga Hartarto: Sejak Reformasi, Baru Pertama Kali Golkar Menangkan Capres

Nasional
Tanggapi Airlangga, Jokowi Sebut Wajar Partai Golkar Ingin Kursi Ketua MPR

Tanggapi Airlangga, Jokowi Sebut Wajar Partai Golkar Ingin Kursi Ketua MPR

Nasional
Jokowi: Namanya Kalah Ya Pasti Tidak Puas, tetapi Ikuti Mekanisme

Jokowi: Namanya Kalah Ya Pasti Tidak Puas, tetapi Ikuti Mekanisme

Nasional
Ketum Golkar: Yang Tak Puas Hasil Pemilu Jangan Cari Solusi di Jalanan

Ketum Golkar: Yang Tak Puas Hasil Pemilu Jangan Cari Solusi di Jalanan

Nasional
Ditanya Keinginan Bertemu Prabowo, Ini Tanggapan Jokowi

Ditanya Keinginan Bertemu Prabowo, Ini Tanggapan Jokowi

Nasional
Rekapitulasi KPU: Golkar Unggul di Sulsel, Nasdem dan Gerindra Masuk Tiga Besar

Rekapitulasi KPU: Golkar Unggul di Sulsel, Nasdem dan Gerindra Masuk Tiga Besar

Nasional
Ferdinand Hutahaean: Saya Berhenti Mendukung Prabowo-Sandiaga

Ferdinand Hutahaean: Saya Berhenti Mendukung Prabowo-Sandiaga

Nasional
Jokowi-Jusuf Kalla Hadiri Acara Buka Puasa Partai Golkar

Jokowi-Jusuf Kalla Hadiri Acara Buka Puasa Partai Golkar

Nasional
Saksi BPN Prabowo-Sandi Tolak Tanda Tangan Rekapitulasi Suara di Sulsel Meski Unggul

Saksi BPN Prabowo-Sandi Tolak Tanda Tangan Rekapitulasi Suara di Sulsel Meski Unggul

Nasional
Rekapitulasi KPU: Prabowo-Sandiaga Ungguli Jokowi-Ma'ruf di Sulawesi Selatan

Rekapitulasi KPU: Prabowo-Sandiaga Ungguli Jokowi-Ma'ruf di Sulawesi Selatan

Nasional
Pengacara Eggi Sudjana Ingin Hadirkan Ahli dan Gelar Perkara Bersama Penyidik

Pengacara Eggi Sudjana Ingin Hadirkan Ahli dan Gelar Perkara Bersama Penyidik

Nasional
Pengacara Sebut Eggi Sudjana Bertindak Selaku Advokat, Sehingga Tak Bisa Dipidana

Pengacara Sebut Eggi Sudjana Bertindak Selaku Advokat, Sehingga Tak Bisa Dipidana

Nasional
Ada Ancaman Teroris, Bawaslu Percaya kepada TNI dan Polri Soal Pengamanan 22 Mei

Ada Ancaman Teroris, Bawaslu Percaya kepada TNI dan Polri Soal Pengamanan 22 Mei

Nasional

Close Ads X