Kompas.com - 05/09/2012, 14:41 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SAMPANG, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, untuk menyumpah pengikut Syiah Sampang agar kembali ke ajaran Sunni, ditolak keras warga Syiah. Mereka memandang, sumpah bukan hal yang sembarangan untuk diucapkan, karena menyangkut keyakinan seseorang terhadap agama.

Iklil Al Milal, tokoh Syiah Sampang, Rabu (5/9/2012) mengatakan, jika pengambilan sumpah itu mau dilaksanakan, maka warga Syiah tidak akan mengikutinya karena Syiah bukan ajaran sesat seperti yang dibicarakan Pemkab Sampang dan sejumlah ulama Madura.

"Kalau mereka memaksa mengambil sumpah sama saja mereka memaksakan keyakinan kepada seseorang. Itu juga melanggar konstitusi negara ini," kata Iklil.

Ditambahkan Iklil, Syiah di Indonesia diakui secara sah dan tidak ada yang mengatakan Syiah itu sesat. "Saya juga kecewa karena ada ulama di Madura yang mengatakan Syiah sesat," imbuhnya.

Sebelumnya, Noer Tjahja, Bupati Sampang, Jumat lalu dalam sebuah konferensi pers menyampaikan, akan menyumpah warga Syiah dan Sunni agar mereka tidak bertikai lagi. Sumpah itu direncanakan akan dilaksanakan di salah satu masjid di Sampang, di mana masjid tersebut kerap dijadikan tempat pengambilan sumpah pocong dan sumpah-sumpah lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.