Kompas.com - 25/08/2012, 16:12 WIB
|
EditorAgnes Swetta Pandia

PONTIANAK, KOMPAS.com — Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat mencatat, setidaknya terpantau 1.129 titik api sejak 14 Agustus lalu. Titik api sebagian besar terpantau satelit bersumber dari kebakaran atau pembakaran lahan.     

Kepala Bidang Pengendalian dan Konservasi Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Barat Wuyi Bardini, Sabtu (25/8/2012), mengatakan, titik api terbanyak terpantau pada 16 Agustus 2012 lalu. Dalam satu hari, terpantau 500 titik api di berbagai wilayah di Kalimantan Barat.     

"Titik api itu kami cek acak dan hasilnya menunjukkan bahwa titik api berasal dari pembakaran lahan, bukan karena tingginya suhu permukaan tanah yang ditangkap citra satelit," kata Wuyi.     

Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi udara di Kalimantan Barat kurang bagus akibat diselimuti kabut asap. Pada malam hari, kabut asap biasanya lebih pekat dibandingkan pada siang hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.