Kompas.com - 13/08/2012, 18:08 WIB
Penulis Adri Prima
|
EditorAna Shofiana Syatiri

Jakarta, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan massa dari Koalisi Nusantara untuk Rohingya di depan Kantor Kedutaan Besar Myanmar, Jalan Agus Salim Menteng, Jakarta Pusat, berakhir sia-sia. Pasalnya, kantor Kedutaan Besar Myanmar sudah berhenti beraktivitas sejak minggu lalu.

"Kantor udah tutup dari minggu lalu. Sejak keseringan didemo," ujar Novri, satpam kedubes Myanmar saat ditemui Kompas.com usai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Koalisi Nusantara untuk Rohingya, Senin (13/8/2012) sore.

Novri menjelaskan bahwa aktivitas di Kantor Kedutaan Myanmar saat ini sedang tidak berjalan. Hal ini dilakukan karena alasan keamanan terhadap Duta Besar, staf kedutaan, serta para karyawan. Untuk pengurusan visa pun sementara dipindahkan ke tempat lain.

"Kedutaan masih melayani pengurusan visa, tapi tempatnya bukan di kantor kedutaan ini," lanjut Novri.

Saat ditanya lokasi pengurusan visa tersebut, Novri tidak mau menyebutkan tempatnya.

"Waduh, kalau itu saya nggak bisa kasih tau," pungkas Novri.

Akhir-akhir ini Kantor Kedutaan Besar Myanmar memang menjadi salah satu tempat yang sering didemo, khususnya komunitas muslim di Indonesia. Hal ini terkait kasus kekerasan serta pembunuhan yang dilakukan militer Myanmar kepada umat minoritas muslim di kawasan Rakhine, Rohingya Myanmar.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.