Kompas.com - 12/08/2012, 22:09 WIB
|
EditorBenny N Joewono

MANOKWARI.KOMPAS.com - Memasuki H-7 Hari Raya Idul Fitri, arus mudik di pelabuhan, Manokwari, Papua Barat, Minggu mulai dipadati penumpang yang akan melakukan mudik Lebaran ke kampung halaman.

Lonjakan pemudik ini membuat ratusan penumpang terpaksa menempati lorong dan tangga kapal untuk tempat tidur. Banyaknya penumpang di pelabuhan Manokwari ini, karena adanya kapal bantuan mudik lebaran KM Nggapulu yang disediakan pihak PT Pelni.

KM Nggapulu, yang melayani rute, Manokwari, Sorong, Fakfak, Bau Bau, Ambon, Makassar dan tujuan akhir Balik Papan, merupakan kapal penumpang terakhir, yang melayani arus mudik untuk wilayah Indonesia Timur dan Tengah.

"Kalau kita tunggu kapal berikutnya, kita tidak akan bisa mengikuti hari lebaran bersama keluarga di kampung, karena jarak ke Makassar memakan waktu empat hari," kata salah satu penumpang tujuan Makassar, Kamaludin (26).

Sementara itu, penumpang lainnya, Takdir (35 tahun) tujuan Bau Bau mengatakan jalur transportasi dengan menggunakan kapal laut, merupakan alternative yang paling hemat digunakan oleh para pemudik asal Manokwari.

Sebab menurutnya, jika kita menggunakan jasa transportasi lainnya seperti pesawat, kita akan diberatkan dengan harga tiket yang terlampau mahal.

"Harga tiket, ke Makassar saja sekarang sudah hampir mencapai, Rp 2.8 juta. Belum lagi saya harus menggunakan transportasi lainnya untuk sampai ke Bau Bau. Sementara tiket kapal laut ke Bau Bau hanya sekitar Rp 400 ribu lebih," katanya, saat dijumpai di pelabuhan Manokwari, Minggu (12/8/2012).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Mualim 1, Kapal Motor Nggapulu, Daud Panggali mengatakan lonjakan penumpang yang terjadi di pelabuhan Manokwari, diperkirakan meningkat 10 persen dari jumlah penumpang normal.

"Berdasarkan manifest penumpang. Memang ada peningkatan, Mereka ini penumpang kebanyakan tujuan Makassar. Namun lonjakan penumpang ini masih dikategorikan normal, dari kapasitas maksimun 2000 lebih," katanya.

Daud mengaku, saat ini pelayaran KM. Nggapulu merupakan kapal bantuan yang diperuntukan untuk mengangkut penumpang yang akan mudik lebaran. Namun kapal ini hanya akan melayani rute, Manokwari, Sorong, Fakfak, Bau Bau, Ambon, Makassar dan tujuan akhir Balik Papan.

"Kapal ini hanya akan sampai ke Balik Papan saja dan kembali lagi ke Makassar untuk angkut penumpang arus mudik tujuan Makassar," ujarnya.

Pantauan kompas.com, lonjakan penumpang yang terjadi di pelabuhan Manokwari, mengakibatkan terjadi saling berdesakan diatas tanggal kapal.

Selain itu terlihat banyaknya penumpang ini, berimbas pada ratusan penumpang lainnya terpaksa harus menempati lorong-lorong dan tangga kapal untuk tempat tidur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.