Lajang, Perlukah Membeli Asuransi Jiwa?

Kompas.com - 18/06/2012, 17:47 WIB
EditorDini

T:
Perlukah asuransi jiwa apabila saya masih lajang? Lalu bila saya ingin berhenti dari keanggotaan polis asuransi, sementara premi masih separuh jalan, saya tidak dapat menarik seluruh dana yang sudah saya bayarkan. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Saya merasa salah membeli produk asuransi ini. (Ina Setyanti, 26, Jakarta)

J:
Urutan dalam memilih asuransi adalah kebutuhan, baru kemampuan finansial. Meski masih lajang, saya sarankan untuk memiliki asuransi kesehatan karena  jangan sampai biaya kesehatan menggerus tabungan dan investasi Anda yang lain. Asuransi kesehatan ditawarkan oleh perusahaan asuransi swasta dan juga Jamsostek. Jamsostek memiliki jaminan untuk urusan kesehatan dengan premi yang terjangkau untuk segala lapisan masyarakat.

Nah, untuk urusan asuransi jiwa, Anda baru memerlukannya jika Anda memiliki kontribusi terhadap keuangan keluarga. Artinya, meski masih lajang, Anda mungkin butuh asuransi jiwa jika ada anggota keluarga yang sangat bergantung hidupnya dengan Anda. Namun, jika kondisinya tidak demikian, saya katakan Anda tidak memerlukan asuransi jiwa.

Apabila ternyata Anda memerlukan asuransi jiwa, maka belilah asuransi jiwa murni. Saat Anda membeli asuransi, maka Anda membeli perlindungan, bukan investasi. Salah besar jika Anda membeli asuransi untuk tujuan berinvestasi. Beberapa tahun belakangan ini, penawaran asuransi jiwa yang dikombinasikan dengan investasi memang lebih marak  ditawarkan dibandingkan jenis asuransi jiwa murni.

Beberapa hal yang patut Anda pahami adalah:
1.    Premi asuransi jiwa yang digabung dengan investasi pasti lebih besar daripada asuransi jiwa murni. Hal ini akibat premi Anda akan dibagi untuk membayar biaya asuransi dan juga alokasi untuk produk investasi.
2.    Alokasi investasi dalam produk asuransi bercampur investasi baru dapat ditarik 100 persen setelah melewati masa beberapa tahun.
3.    Apabila hasil investasi tidak sesuai dengan ilustrasi di awal penawaran, maka ada kemungkinan Anda diminta untuk menyetorkan tambahan pembayaran premi asuransi.

Pahamilah bahwa setiap tahun, premi asuransi yang dibayarkan adalah biaya yang telah dikeluarkan, dan bukan merupakan tabungan. Sehingga, jika Anda tidak memerlukan asuransi jiwa tersebut, jangan merasa rugi karena telah mengeluarkan dana untuk premi. Saya lebih suka Anda melihat positifnya bahwa resiko meninggal dunia yang diproteksi itu tidak terjadi hingga hari ini, bukan? Live a Beautiful Life!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.