Kompas.com - 14/06/2012, 19:30 WIB
EditorBenny N Joewono

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kapolda Papua Irjen Pol BL Tobing mengatakan, Mako Tabuni yang tewas ditembak aparat keamanan pada Kamis pagi sekitar pukul 09.300 WIT terbukti memiliki senjata api.

"Setelah ditembak, di tubuh korban ditemukan satu pucuk senjata jenis Taurus yang berisi enam peluru dan di dalam tas ditemukan 16 butir kaliber 38," jelas Kapolda Papua kepada wartawan di Jayapura, Kamis (14/6/2012).

Dikatakannya, senjata api itu saat ini sudah dikirim ke laboratorium forensik di Jakarta untuk diteliti lebih lanjut.

"Pemeriksaan terhadap senjata api itu juga untuk mengetahui apakah senjata tersebut terkait dengan beberapa insiden penembakan yang belakangan ini terjadi di Kota Jayapura dan sekitanya," kata Irjen Pol Tobing.

Diakuinya, sebelum ditemukan senjata pada tubuh Mako, kepolisian sudah mendapat informasi bahwa yang bersangkutan (Mako Tabuni) memiliki senjata api dan akhirnya terbukti.

"Saat hendak ditangkap, Mako melakukan perlawanan bahkan mencoba merampas senjata anggota kepolisian sehingga ditembak kemudian tewas sebelum mendapat penangganan medis," kata Kapolda Papua.

Sementara itu situasi di kawasan perumnas Waena, saat ini nampak lengang karena warganya memilih mengungsi guna menghindari terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.