Buronan Interpol Pekerjakan Wanita Uzbek di Klub Malam Jakarta - Kompas.com

Buronan Interpol Pekerjakan Wanita Uzbek di Klub Malam Jakarta

Kompas.com - 14/06/2012, 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Musaev Samir (39), buronan Interpol yang juga tersangka kasus pemerasan dan penculikan terhadap disc jockey asal Ukraina, Nadiya Dobosh di Jakarta, ditengarai telah melakukan perdagangan manusia dengan mempekerjakan para wanita Uzbek. Para wanita yang dibawa dari negaranya itu dipekerjakan Musayev di klub-klub malam Jakarta.

Hal ini diketahui dari data red notice yang dikeluarkan NCB-Interpol pada tanggal 21 Agusutus 2009. Di dalam situs itu, Interpol menjelaskan bahwa Musaev terlibat kasus perdagangan manusia bersama dengan seorang perempuan bernama Musaeva Tatyana.

Keduanya telah merencanakan untuk melakukan ekspor ilegal perempuan muda Uzbekistan yang akan dieksploitasi secara seksual di klub-klub malam Jakarta. Ia pun diketahui tinggal di Ibu Kota sejak melarikan diri dari Uzbekistan. Di sini, Musaev disebut Interpol memiliki beberapa hotel. Salah satunya adalah hotel dan tempat hiburan malam di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Pria kelahiran 24 Juli 1973 di Baku City, Azerbaijan, itu tertulis paling sering mengunjungi Jakarta, Indonesia. Selain Jakarta, Musayev juga kerap bepergian ke Abu Dhabi, Dubai; Baku, Azerbaijan; Ankara dan Istanbul, Turki; Bangkok, Thailand; Singapura; dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Pria ini mengaku berkebangsaan Uzbekistan dan Indonesia. Interpol menyatakan pihaknya sudah memastikan bahwa Musaev mempunyai identitas Uzbekistan melalui paspor yang dimilikinya. Akan tetapi, di dalam situs itu, Interpol menyatakan pihaknya tidak bisa memastikan dokumen-dokumen yang mendukung soal kebangsaan Indonesia pada Musaev.

Pelarian Musaev akhirnya terhenti di Indonesia. Pria berkepala plontos ini ditangkap Polda Metro Jaya pada Senin (11/6/2012) dini hari. Ia ditangkap karena menjadi otak penculikan, pemerasan, dan penganiayaan terhadap Nadiya Dobosh (20), warga negara Ukraina yang merupakan mantan pacarnya, dan Anna Iasyreva.

Polisi kemudian mengetahui bahwa Musaev juga buronan Interpol dan sudah masuk daftar red notice sejak bulan Agustus 2009. Musaev menjadi incaran kepolisian Uzbekistan atas kasus perdagangan manusia dan pemalsuan dokumen imigrasi pada tahun 2004.

Latar belakang Musaev terbilang misterius. Selama diperiksa, Musaev terus menutup diri soal asal-usulnya. Mantan pacarnya pun hanya mengetahui Musaev bekerja di Indonesia, namun tak tahu nama perusahaannya atau bekerja di bidang apa.

Kendati mengaku sebagai pengangguran, harta Musaev melimpah. Polisi menyita sejumlah barang mewah Musaev, seperti mobil Range Rover, jam tangan Rolex, Blackberry Proche bernilai Rp 17 juta, serta buku tabungan dengan catatan transaksi fantastis. Di dalam rekeningnya terdapat saldo yang mencapai Rp 1 miliar. Polisi juga menemukan ada bukti setoran tunai senilai Rp 500 juta dan Rp 700 juta.


EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

Terkini Lainnya

Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Nasional
Sandiaga : Ini Pertama Kali 'Video Call' Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

Sandiaga : Ini Pertama Kali "Video Call" Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

Megapolitan
Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

Regional
Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

Megapolitan
'Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu...'

"Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu..."

Megapolitan
3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

Edukasi
Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

Megapolitan
Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

Internasional
Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Nasional
Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

Megapolitan
SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

Nasional
Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Internasional
Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

Nasional
Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

Internasional

Close Ads X