Identifikasi Jenazah Melalui Prosedur Interpol

Kompas.com - 13/05/2012, 17:28 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 akan dilakukan sesuai dengan prosedur Kepolisian Internasional (Interpol). Proses identifikasi dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) yang dibantu tim dari Rusia dan para ahli dari universitas.

"Kami tim DVI Indonesia ini berprinsip kerja keras sama-sama tim Rusia dan seluruh tim yang tergabung dalam DVI ini untuk bekerja profesional, transparan, akuntabel, independen, melibatkan pakar forensik, dari UI, Airlangga, Unpad, dan lainnya sudah tergabung dalam tim kami yang masih kerja keras di ruang jenazah," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian yang juga Ketua Tim DVI Nasional, Brigadir Jenderal (Pol) Musaddeq di Jakarta, Minggu (13/5/2012).

Musaddeq menjelaskan, sesuai dengan prosedur Interpol, ada dua macam identifikasi yang harus dilakukan. Pertama, identifikasi primer berupa sidik jari, gigi, dan DNA forensik. "Mengingat kondisi jenazah, sebagian besar menggunakan DNA forensik," katanya.

Kedua, identifikasi sekunder seperti data medik berupa tato, tanda lahir, atau pun perhiasan yang dikenakan korban saat terjadi kecelakaan. "Bisa saja dia menggunakan jam khusus atau cincin kawin yang khusus, termasuk kartu identitas, ATM, dan sebagainya," kata Musaddeq.

Hingga siang tadi, sebanyak 21 kantong jenazah telah tiba di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Tiga di antaranya merupakan kantong yang berisi barang-barang korban.

Musaddeq mengatakan, sebanyak 16 dari 21 kantong tersebut telah dibuka. Ditargetkan, malam ini semua kantong dibuka dan isinya selesai dikelompokan. Proses identifikasi pun akan memasuki pencocokan DNA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.