KPK Bisa Ungkap "Ketua Besar" dari Angelina Sondakh

Kompas.com - 07/02/2012, 02:51 WIB
Editor

Jakarta, Kompas -  Penetapan Angelina Sondakh sebagai tersangka dinilai bisa untuk menguak sejumlah tabir dalam pengusutan kasus dugaan korupsi wisma atlet SEA Games. Angelina adalah kunci kotak pandora dalam kasus ini untuk membuka siapa sesungguhnya aktor utama kasus ini.

”KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bisa menggali dari Angelina untuk menguak tabir, peran (I Wayan) Koster, berikut ’bos besar’ dan ’ketua besar’,” kata Jamil Mubarok, Koordinator Masyarakat Transparansi Indonesia, Senin (6/2).

Hal senada dikatakan Feri Amsari, peneliti pada Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang.

”Angie (Angelina) adalah kunci kotak pandora misteri kasus wisma atlet. Pilihan KPK menjadikan Angie sebagai tersangka adalah jalan yang tepat untuk menjerat aktor, pelaku utama, dari wisma atlet,” kata Feri.

Dalam berita acara pemeriksaan Mindo Rosalina Manulang oleh penyidik KPK, ada pembicaraan antara Mindo dan Angelina melalui Blackberry Messenger (BBM). Dalam transkrip pembicaraan BBM yang dimiliki KPK, Angelina meminta Mindo menyediakan ”apel malang” untuk ”ketua besar”. ”Apel malang” adalah kode untuk uang rupiah.

Selain melibatkan kader-kader Partai Demokrat, seperti Angelina, kasus ini juga menyeret nama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, I Wayan Koster. Meski belum menjadi tersangka, Koster dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK.

Menurut Feri, KPK jangan terkesan tebang pilih dalam kasus ini, dengan hanya menetapkan Angelina sebagai tersangka. Ia mengatakan, keterlibatan Koster dalam kasus ini teramat nyata dari kesaksian-kesaksian di persidangan.

Menurut Mubarok, KPK harus mengusut nama-nama yang muncul dalam kesaksian di persidangan dengan terdakwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

”Nama-nama yang muncul dari kesaksian Yulianis, Mindo, dan Nazaruddin di persidangan harus diperhitungkan dengan matang oleh KPK,” ujar Mubarok.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, pekan lalu, menyatakan, KPK memahami sepenuhnya harapan publik agar kasus ini segera dituntaskan. KPK menggunakan keterangan saksi-saksi untuk menjerat calon tersangka.

”KPK secara serius mencatat dan menggunakan semua keterangan saksi yang relevan dan material untuk dijadikan dasar mengembangkan dan membuktikan para calon tersangka,” katanya melalui pesan singkat dari Moskwa, Rusia. (RAY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.