Harga Kursi Mahal, Ada Biaya Lain

Kompas.com - 20/01/2012, 03:53 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Veronica Sitepu dari PT Dekorindo Selebytra Nugraha mengakui, mahalnya harga kursi untuk ruangan baru Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, antara lain, karena ada biaya lain yang harus ditanggung, seperti ongkos kirim. Kursi itu juga disebutnya berkualitas baik.

PT Dekorindo Selebytra Nugraha, yang berkantor di Kemang, Jakarta Selatan, adalah pemasok kursi merek Vitra untuk ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR. Kursi yang dipasok adalah empat buah bertipe Vitra ID Trim L untuk pimpinan Banggar dan 173 kursi bertipe Vitra ID Trim untuk anggota dan mitra kerja. Harga setiap kursi itu, Veronica yang adalah Sekretaris Selby Nugraha, Direktur PT Dekorindo Selebytra Nugraha, menjawab, ”Sekitar Rp 20 juta. Persisnya di situs kami.”

Dalam situs PT Dekorindo Selebytra Nugraha ditulis harga tiap unit kursi Vitra ID Trim adalah 2.393 euro (sekitar Rp 27,998 juta dengan kurs 1 euro sama dengan Rp 11.700). Kursi ID Trim L yang memiliki sandaran lebih tinggi dan untuk pimpinan Banggar justru lebih murah, yaitu 2.362 euro (sekitar Rp 27,635 juta). Harga itu lebih mahal dibandingkan dengan harga yang disebutkan dari DPR, yaitu Rp 24 juta per unit.

Harga itu jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang tertera di situs lainnya, seperti di www.think-furniture.com ataupun www.connox.com. Di situs connox.com, harga tiap unit kursi Vitra tipe ID Trim adalah 810 euro atau Rp 9,47 juta. Di think-furniture.com, harga tiap unit kursi itu untuk varian tertinggi ditawarkan Rp 9,1 juta termasuk pajak.

Tentang tingginya selisih harga antara yang ditawarkan perusahaannya dan situs lain di internet, Veronica mengatakan, ”Ada biaya lain yang harus kami bayar, misalnya ongkos kirim.”

Temukan kejanggalan

Secara terpisah, Badan Kehormatan (BK) DPR menduga ada kejanggalan dalam pelaksanaan proyek renovasi ruangan untuk Banggar DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ruang baru Banggar dinilai tak lebih baik dari ruang lama Banggar di Gedung Nusantara I, meski menghabiskan dana hingga Rp 20,3 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dugaan kejanggalan itu dikatakan Ketua BK DPR M Prakosa, setelah meminta penjelasan empat pimpinan Banggar DPR, Kamis (19/1), di Jakarta. ”Kami melihat ada kejanggalan. Anggarannya besar, tetapi ruangannya biasa saja. Tak lebih nikmat dari ruang lama Banggar,” katanya.

Tiga hari berturutan, BK DPR mengundang pihak yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan renovasi ruangan Banggar, yakni pimpinan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Sekretaris Jenderal DPR dan jajarannya, serta pimpinan Banggar DPR. Empat pimpinan Banggar DPR, yaitu Melchias Marcus Mekeng (Partai Golkar), Tamsil Linrung (Partai Keadilan Sejahtera), Olly Dondokambey (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), dan Mirwan Amir (Partai Demokrat), memenuhi undangan BK itu.

BK DPR menilai, tak ada kesalahan dalam pengusulan proyek itu. Masalah muncul ketika perencanaan anggaran sebab dana yang dialokasikan hingga Rp 24 miliar. ”Kenapa terlalu tinggi, di luar kepatutan,” ujarnya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.