Pemain Panggung Politik - Kompas.com

Pemain Panggung Politik

Kompas.com - 02/12/2011, 02:40 WIB

Kris R Mada dan Iwan Santosa

Cukong timah dan penguasa lokal adalah satu entitas penguasa di Bangka-Belitung, terutama di Bangka yang dipenuhi tambang, baik di daratan maupun lautan. Keberadaan para cukong yang saling menyokong dengan penguasa itu memberikan warna baru pada lanskap politik Bangka pasca-penetapan otonomi daerah sepuluh tahun silam.

Partisipasi atau sumbangan para cukong timah membanjiri pundi politikus lokal. Sebaliknya politikus lokal juga menyediakan kemudahan dan perizinan tambang. Skala usaha yang paling menguntungkan dan menghasilkan pemain kakap di industri timah kini adalah kapal isap yang beroperasi di perairan Bangka.

Kalau di masa keemasan industri gula di Jawa para pengusaha kakap dikenal sebagai Baron Gula, kini dikenal Baron Timah yang menjadi pengusaha kakap bisnis timah di Bangka. Salah satu Baron Timah yang juga Presiden Asosiasi Timah Indonesia Hidayat Arsani tidak segan mengakui kerap memberi sumbangan kepada sejumlah pejabat sipil, polisi, dan tentara di Provinsi Kepulauan Babel.

Hidayat membantah sumbangan itu gratifikasi, apalagi penyuapan. Bantuan itu kerap diberikan kepada pejabat yang menempuh pendidikan lanjut atau perlu kebutuhan lain. ”Saya membantu Indonesia mendapat pejabat yang lebih baik. Bagaimana mereka mau konsentrasi sekolah kalau di rumah beras habis. Saya bantu sekadar untuk ongkos ke tempat pendidikan lanjutan atau untuk belanja di rumah,” ujar pria yang mengaku pernah jadi preman ini.

Namun, dia tidak membantah pernah membantu mempromosikan pejabat tertentu. Bantuan itu diberikan dengan alasan sejumlah pejabat tidak pandai melobi. ”Saya hanya menyampaikan apa kompetensi seseorang. Selanjutnya terserah gubernur atau bupati mau memakai orang itu atau tidak,” tuturnya.

Sejumlah pengusaha timah juga menjadi politikus. Sebutlah Ismiryadi dan Ernawan Rebuin yang menjadi Ketua dan Wakil Ketua DPRD Babel 2009-2014. Ismiryadi aktif di PDI-P, sementara Ernawan kader Partai Golkar. Sebelum terjun ke politik, keduanya mendirikan pabrik peleburan bijih timah.

Meskipun selalu menyatakan sebagai pengusaha timah dalam berbagai kesempatan, Ismiryadi menegaskan sudah memisahkan perannya antara sebagai politikus dan sebagai pengusaha.

Potret politikus

Bupati Bangka periode 1998-2007 yang menjadi Gubernur Babel periode 2007-2012 Eko Maulana Ali tidak membantah pernah mengajak Ismiryadi dan Ernawan mendirikan pabrik peleburan timah. Sejumlah pengusaha mendirikan pabrik selepas Eko mengesahkan SK Bupati Bangka No 6/2001 tentang Pengelolaan Penambangan Umum. Menurut Eko, SK itu menjadi salah satu penyebab dirinya dituding sebagai pelindung tambang ilegal. ”Saya akan buat buku, menjawab tudingan itu,” ujarnya.

Selepas menang pemilu gubernur 2007, purnawirawan anggota TNI AL berpangkat kolonel ini jadi aktor terkuat di panggung politik Babel. Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Babel, ia jadi patron bagi bupati sekaligus Ketua DPD Golkar Bangka Tengah Erzaldi Rosman Djohan yang putra Wali Kota Pangkal Pinang (1989-1993) Rosman Djohan.

Di sekeliling Eko ada Elly Rebuin yang menjadi staf khusus gubernur dan Ernawan dalam status anggota DPRD Babel dari Golkar. Ernawan dan Elly, saudara Wali Kota Pangkal Pinang periode 1993-1998 Sofyan Rebuin, hampir selalu terlihat di sekitar Eko. Elly kerap menjadi representasi Eko dalam berbagai pertemuan dengan aneka kelompok. Jejaring Eko masih ditambah dengan Noorhari Astuti, anggota DPD 2009-2014 yang juga istri Eko. Banyak warga Babel mengakui, gaya komunikasi Noorhari yang supel menciptakan citra kedekatan warga dengan keluarga gubernur.

Sebagai calon petahana pada Pemilu Gubernur Babel 2007- 2012, Eko disokong Golkar, PDI-P, dan PKS. PKS menyatakan dukungan beberapa hari sebelum pendaftaran. Sebelumnya, PKS berkomunikasi dengan Yusron Ihza Mahendra yang akan diusung PBB sebagai calon gubernur.

Namun, komunikasi itu terhenti dan Yusron merapat ke PPP. PKS menjajaki kemungkinan mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Bupati Belitung Timur dan anggota Fraksi Golkar di DPR 2009-2014. Namun, akhirnya PKS melabuhkan pilihan politiknya pada pasangan Eko-Rustam Effendy yang sudah diusung Golkar-PDI-P.

Sementara Yusron, anggota keluarga Ihza dari Belitung Timur, sudah pasti menggandeng Bupati Bangka Yusroni Yazid yang merupakan kader PPP dalam Pemilu Gubernur Babel 2012. Yusron, satu dari lima adik mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra, mencoba menambah rekam jejak keluarga Ihza di kancah politik. Meski diwarnai dukungan dari pebisnis timah, para kandidat gubernur juga menjual isu pembangunan Bangka pasca-pertambangan Timah.

Salah satu kuda hitam sebagai calon gubernur adalah Zulkarnain Karim yang kini Wali Kota Pangkal Pinang. Zul, demikian kader Partai Demokrat itu akrab disapa, mengaku, para pengusaha timah berpartisipasi pada parpol secara merata. ”Tentu saja mereka membantu di mana-mana agar usaha juga lancar. Saya pribadi mendorong agar bisnis timah di Bangka berkembang bersama usaha lain, seperti budidaya perikanan agar masyarakat memiliki alternatif pendapatan. Strategi itu penting karena di sejumlah daerah, seperti Kota Pangkal Pinang dan Pulau Belitung, tidak beroperasi kapal isap timah yang dapat mengganggu mata pencaharian nelayan,” kata Zulkarnain.

Dinasti politik?

Menurut Rektor Universitas Bangka Belitung Bustami Rachman, Babel belum punya dinasti politik. Sebagai provinsi, Babel baru berusia 11 tahun dan belum cukup waktu bagi kelompok-kelompok politik membangun kekuatan menjadi dinasti. ”Masih mencari bentuk,” tuturnya.

Hal lain, Babel nyaris tidak mengenal kerajaan. Kesultanan Palembang yang mengklaim sebagai penguasa Bangka selama ratusan tahun praktis hanya berpengaruh pada jalur-jalur perdagangan timah. Hal itu menumbuhkan budaya egaliter yang tidak mengenal otoritas, cikal bakal dinasti politik. Apalagi, selama bertahun-tahun Babel tidak pernah dilibatkan dalam pergulatan politik regional dan nasional. ”Babel hanya dimanfaatkan,” ujarnya.

Fakta itu membuat tidak ada warisan kekuatan politik yang mengakar di Babel. Hal itu menjelaskan mengapa Babel tidak seperti daerah pemekaran lain yang jadi ajang pembentukan dinasti oleh kekuatan politik yang tersingkir dari daerah induk. Namun, seiring pengaplingan dan eksploitasi timah yang menghasilkan segelintir elite pengusaha, kelihatannya pola patron-klien antara pengusaha kakap dan elite politikus bisa jadi akan membentuk kelompok-kelompok politik di Babel.

Saat ini, Bupati Belitung Timur Basuri, kerabat dekat mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjahaja Purnama, muncul di panggung politik lokal. Demikian pula Yusron Ihza Mahendra maju dalam pencalonan gubernur Babel 2012. Inikah tanda-tanda terbentuknya dinasti politik?


Editor

Close Ads X