Kapan Saatnya Berhenti Bekerja?

Kompas.com - 24/10/2011, 14:01 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Seharusnya bekerja merupakan hal yang menyenangkan. Namun, ketika pekerjaan Anda berubah menjadi aktivitas yang paling membuat Anda stres, pasti Anda akan berpikir untuk segera berhenti bekerja. Mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari perusahaan yang sudah bertahun-tahun menjadi tempat Anda mencari nafkah memang tidak mudah, apalagi ketika Anda memiliki tanggungan keluarga.

Meskipun demikian, menurut Josh Shipp, konsultan pekerjaan, ada tiga kondisi yang menjadi pertanda bahwa Anda harus segera berhenti bekerja.

1. Semua orang mendapat promosi, kecuali Anda.
Jika rekan-rekan seangkatan Anda semua dipromosikan untuk sebuah kenaikan jabatan dan Anda tidak, ada baiknya jika Anda mulai mencari lowongan pekerjaan baru. Tetapi sebelum melakukan hal itu, cobalah mengintrospeksi diri dan bergiat kembali untuk meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan Anda. Kemajuan dalam pekerjaan seharusnya bisa membuat Anda juga mendapatkan promosi. Namun, jika setelah beberapa bulan Anda membuktikan adanya perkembangan yang signifikan dalam bekerja, namun atasan tak juga memperhatikannya, sebaiknya Anda mulai melirik perusahaan lain.

2. Menginginkan profesi lain.
Seringkali pekerjaan yang Anda lakukan sekarang bukan pekerjaan yang benar-benar Anda inginkan, melainkan sekadar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal ini bisa membuat Anda mengalami keterpaksaan dan merasa tak bahagia ketika bekerja. Jika sudah merasa demikian, tetapkan hati dan keinginan Anda untuk memutuskan mana yang benar-benar Anda inginkan. Jika Anda ingin menjadi seorang pengacara, dan saat ini Anda bekerja di sebuah kantor hukum di bagian administrasi, tunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan menjadi seorang pengacara. Namun, ketika hal ini tak mungkin dilakukan, segeralah untuk mengundurkan diri. Namun pastikan Anda sudah mendapatkan pekerjaan baru yang lebih sesuai dengan kemampuan Anda.

3. Merasa terpaksa.
Dalam dunia pekerjaan, pasti ada saat-saat dimana Anda merasa tertekan dan muak. Hal ini wajar, namun menjadi tak normal jika dalam seminggu Anda terus-menerus merasa ketakutan dan tak nyaman ketika berada si kantor. Hal ini akan berakibat pada menurunnya produktivitas bekerja di kantor. Misalnya, Anda selalu merasa ketakutan bakal dimarahi atasan, takut terhadap aksi bullying rekan kerja, sampai ketakutan karena merasa tak mampu melaksanakan pekerjaan.

Jadi, jika Anda merasakan ketidaknyamanan, bahkan ketakutan dalam bekerja selama lebih dari dua bulan, mulailah untuk mencari lingkungan kerja baru yang bisa membuat Anda lebih nyaman dalam bekerja.


Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X