Cak Imin Bersimpuh di Jombang - Kompas.com

Cak Imin Bersimpuh di Jombang

Kompas.com - 20/09/2011, 01:49 WIB

Pada Kamis lalu, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa di Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, mengatakan kepada wartawan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memanggil para menteri yang di kementeriannya diduga terjadi korupsi. Para menteri itu diminta mengklarifikasi atau menjelaskan duduk perkaranya. ”Tetapi belum ada satu pun menteri yang dinyatakan sebagai terdakwa oleh lembaga hukum resmi,” ujar Daniel, Senin (19/9).

Klarifikasi ini, kata Daniel, tidak berkaitan dengan perombakan kabinet yang sedang banyak dibicarakan media massa di Indonesia. ”Ini lebih terkait dengan pemikiran untuk mengakselerasi kerja pemerintah menangani jalannya pemerintahan. Jadi agar semua pejabat pemerintah lebih cepat merespons berbagai masalah yang ada,” ujar Daniel.

Salah satu menteri yang datang memenuhi panggilan Presiden tersebut adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Abdul Muhaimin Iskandar. ”Saya ngelu (pusing) apabila membaca sebagian media massa,” ujar Muhaimin, yang sering dipanggil Cak Imin, pada Minggu (18/9) malam, beberapa menit setelah mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Banten.

Hari itu, Cak Imin baru pulang dari kampung kelahirannya di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, dalam rangka halal bihalal. Rumahnya adalah bagian dari Pesantren Putri Mambaul Ma’arif yang dipimpin ibunya, Hj Muhasonah Iskandar (72).

Di tempat tinggalnya tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini mencurahkan segala ”deritanya” kepada Sang Bunda yang rajin berdoa untuk Sang Putra yang dilahirkan di tempat itu pada 24 September 1966. Dalam berbagai kesempatan atau dalam berbagai acara yang diadakan Cak Imin di Jakarta, orang sering melihat Ibu Muhasonah ini duduk menyendiri memegang tasbih.

”Beliau ini adalah jimat atau kekuatan bagi Cak Imin. Pada saat acara yang melibatkan banyak orang, beliau selalu berdoa khusus untuk Cak Imin,” ujar Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini, sahabat Cak Imin.

”Hanya beberapa jam saya pulang, tetapi hati saya lega telah bersimpuh pada Ibu. Banyak wejangan dan doa untuk saya,” ujar Cak Imin dengan mata berkaca-kaca.

”Jadi menteri itu tidak selalu enak,” ujar Arief Rohman, Staf Khusus Menteri PDT, yang kebetulan berada di dekat Cak Imin pada Minggu malam itu. Hemmm.... (J Osdar)


Editor
Close Ads X