Lambat, Perkembangan E-KTP di Jakarta

Kompas.com - 14/09/2011, 04:38 WIB
Editor

Jakarta, kompas - Pembuatan kartu tanda penduduk elektronik di Jakarta maju perlahan. Sebagian peralatan yang ada di kelurahan belum bisa mengirimkan data ke Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, e-KTP juga belum bisa dicetak dan didistribusikan kepada warga.

Di Jakarta Timur, baru 10.200 orang atau 0,5 persen dari wajib KTP 2,1 juta orang yang sudah diserap datanya. Kepala Subbagian Tata Usaha Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Timur Moch Y Damanik menyatakan, pelayanan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) masih mengalami kendala, di antaranya gangguan jaringan telekomunikasi. Ada juga gangguan pada perangkat peralatan,” ujarnya, Selasa (13/9).

Di Jakarta Barat, baru sekitar 3 persen warga yang sudah diserap datanya. Sampai 12 September sudah 45.958 warga dari total 1,5 juta wajib KTP di Jakarta Barat yang membuat e-KTP. ”Belum ada satu warga pun yang menerima e-KTP karena belum ada yang dicetak Kementerian Dalam Negeri,” kata Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Barat Ahmad Fauzi.

Guna mencapai target 100 hari, kelurahan tetap melayani pembuatan e-KTP pada hari Sabtu dan Minggu. ”Senin-Jumat, pembuatan e-KTP dilayani pukul 08.00-18.00. Sabtu dan Minggu, pelayanan e-KTP mulai pukul 08.00-16.00,” ujar Fauzi.

Sementara itu, di Jakarta Pusat, baru 30.789 data warga Jakarta Pusat yang dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri. Jumlah itu hanya sekitar 4 persen dari wajib KTP Jakarta Pusat yang berjumlah 828.000 orang.

Keterangan Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Pusat Mohammad Hatta, total ada 40 kelurahan yang bisa mengirimkan data ke Kementerian Dalam Negeri. ”Empat kelurahan lainnya belum bisa mengirimkan data karena belum terkoneksi,” ujarnya.

Hatta tidak yakin seluruh pendataan warga Jakarta Pusat bisa rampung akhir tahun. Padahal, peralatan yang dipinjamkan Kementerian Dalam Negeri itu akan ditarik akhir tahun ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Targetkan minggu depan

Menurut Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Purba Hutapea, saat ini sudah 252 kelurahan yang merekam data warga untuk pembuatan e-KTP. ”Sebenarnya semua kelurahan sudah menerima alat, tetapi ada 15 kelurahan yang peralatannya belum lengkap. Yang belum mereka terima perangkat lunak,” katanya.

Ke-15 kelurahan itu adalah Pekayon, Cipayung, Kebagusan, Rawa Barat, Jagakarsa, Srengseng Sawah, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Senen, Bungur, Karet Tengsin, Kampung Rawa, Pluit, Sungai Bambu, dan Lagoa.

Kepala Bidang Teknologi dan Informasi Dinas Dukcapil DKI Jakarta Sulistyo Prabowo menjelaskan, ”Sebenarnya beberapa kelurahan juga sudah menerima dua set peralatan. Namun, peralatan yang kedua belum lengkap sehingga belum bisa dipakai. Kami targetkan minggu depan semua peralatan bisa difungsikan sehingga semakin banyak data warga bisa direkam.”

Belum aktifnya peralatan yang kedua disebabkan aplikasi yang akan dipakai harus diperbarui dulu. Sementara jaringan dan perangkat keras semuanya siap.

Konsorsium perlu jelaskan

Target pelaksanaan e-KTP di Kota Depok, Jawa Barat, juga menjadi molor seiring dengan terlambatnya peralatan.

Menurut Sekretaris Dinas Dukcapil Kota Depok Dadang Wihana, semua peralatan semula direncanakan sampai di Depok pada 5 September. Namun, target ini meleset. Hingga kemarin, peralatan yang sampai di Depok baru 18 dari kebutuhan 85 unit. Dia pesimistis sampai akhir Desember ini program pembuatan e-KTP akan selesai.

Seharusnya, kata Dadang, pihak konsorsium pengadaan peralatan e-KTP segera menjelaskan kepada masyarakat mengenai keterlambatan itu.

(ART/NEL/ARN/COK/FRO/NDY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.