Kabupaten Pekalongan Akan Gelar Pilkada

Kompas.com - 28/04/2011, 19:15 WIB
EditorBenny N Joewono

KAJEN, KOMPAS.com - Empat pasangan calon, siap bertarung dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah untuk periode 2011-2016. Pelaksanaan pemungutan suara dalam pemilihan kepada daerah ini akan diselenggarakan Minggu (1/5/2011) mendatang.

Keempat pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung adalah pasanganImam Djamhuri-Cashuri (calon perseorangan ), Wahyudi Pontjo Nugroho-Broto Rahardjo (diusung Golkar, PPRN, Partai Barnas, PDP, Partai Karya Perjuangan, PDK, dan Patriot), Siti Qomariyah-Riswadi (PKB dan PDIP), serta Amat Antono-Fadia Arafiq (Gerindra, PKNU, PPP, dan Partai Demokrat).

Siti Qomariyah dan Wahyudi Pontjo Nugroho merupakan calon petahana. Siti Qomariyah merupakan Bupati Pekalongan periode 2006-2011, sedangkan Wahyudi Pontjo Nugroho merupakan Wakil Bupati Pekalongan periode 2006-2011.

Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Dwi Mei Narna, Kamis (28/4/2011) mengatakan, pemungutan suara pilkada Kabupaten Pekalongan akan diselenggarakan pada 1.439 tempat pemungutan suara (TPS) di 19 kecamatan.


Jumlah penduduk yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 682.268 orang. Pasangan calon yang terpilih, akan dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Pekalongan pada 26 Juni 2011.

Saat ini, lanjutny a, tahap pelaksanaan pilkada sudah memasuki hari tenang. KPU juga sudah mendistribusikan logistik untuk pelaksanaan pemungutan suara hingga tingkat kecamatan.

Meskipun demikian, memasuki hari tenang masih terlihat sejumlah atribut kampanye yang terpasang di pinggir-pinggir jalan. Menurut Dwi, KPU sudah menyurati tim-tim kampanye pasangan calon untuk menurunkan atribut-atribut tersebut. Apabila tidak segera diturunkan, rencananya KPU bersama panwas, Satuan Polisi Pamong Praja, dan polisi akan menurunkan atribut-atribut tersebut.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pekalongan menemukan sejumlah pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh semua pasangan calon.

Anggota Panwas Pilkada Kabupaten Pekalongan, M Nasir mengatakan, semua pasangan calon melakukan pelanggaran administrasi selama kampanye. "Pelanggarannya berupa arak-arakkan dan membawa anak kecil saat kampanye," katanya.

Selain itu, panwas juga menemukan pelanggaran lain, berupa kampanye pada tempat yang tidak sesuai ketentuan, serta kampanye melebihi batas waktu. Meskipun demikian, panwas belum menemukan pelanggaran pidana dalam tahapan pilkada kali ini.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-Putusan MK Soal Eks Koruptor, Parpol Diharapkan Lebih Ketat Seleksi Calon Kepala Daerah

Pasca-Putusan MK Soal Eks Koruptor, Parpol Diharapkan Lebih Ketat Seleksi Calon Kepala Daerah

Nasional
Buntut Putusan MK, ICW Desak KPU Segera Revisi PKPU Pencalonan Pilkada

Buntut Putusan MK, ICW Desak KPU Segera Revisi PKPU Pencalonan Pilkada

Nasional
MK Beri Jeda 5 Tahun bagi Eks Koruptor Maju Pilkada, ICW: Ini Putusan Penting

MK Beri Jeda 5 Tahun bagi Eks Koruptor Maju Pilkada, ICW: Ini Putusan Penting

Nasional
Jokowi Dapat Laporan 2.188 Badan Usaha Milik Desa Tidak Beroperasi

Jokowi Dapat Laporan 2.188 Badan Usaha Milik Desa Tidak Beroperasi

Nasional
SBY Akan Pidato Refleksi Akhir Tahun, Pastikan Sikap Politik Demokrat?

SBY Akan Pidato Refleksi Akhir Tahun, Pastikan Sikap Politik Demokrat?

Nasional
Rabu Malam Ini, SBY Sampaikan Pidato Refleksi Akhir Tahun 2019

Rabu Malam Ini, SBY Sampaikan Pidato Refleksi Akhir Tahun 2019

Nasional
Biaya Penanganan Karhutla 2019 Jauh Lebih Besar Dibanding Sebelumnya

Biaya Penanganan Karhutla 2019 Jauh Lebih Besar Dibanding Sebelumnya

Nasional
Eks Koruptor Bisa Maju Pilkada Setelah Lima Tahun, Ini Kata Wakil Ketua KPK

Eks Koruptor Bisa Maju Pilkada Setelah Lima Tahun, Ini Kata Wakil Ketua KPK

Nasional
Mulai 2021, Nadiem Makarim Ganti UN dengan Penilaian Ini...

Mulai 2021, Nadiem Makarim Ganti UN dengan Penilaian Ini...

Nasional
Khofifah Mengaku Diminta Tanyakan ke Romy soal Pemilihan Kakanwil Kemenag Jatim

Khofifah Mengaku Diminta Tanyakan ke Romy soal Pemilihan Kakanwil Kemenag Jatim

Nasional
Saksi Mengaku Diminta Lukman Saifuddin Tanya ke Romahurmuziy soal Calon Kakanwil Kemenag Jatim

Saksi Mengaku Diminta Lukman Saifuddin Tanya ke Romahurmuziy soal Calon Kakanwil Kemenag Jatim

Nasional
Jelang Muktamar, Arsul Sani Tak Menolak jika Diusung Jadi Caketum PPP

Jelang Muktamar, Arsul Sani Tak Menolak jika Diusung Jadi Caketum PPP

Nasional
Jokowi Minta Mahfud MD Kawal Penuntasan Kasus Korupsi Besar

Jokowi Minta Mahfud MD Kawal Penuntasan Kasus Korupsi Besar

Nasional
Mendikbud Nadiem: Ujian Nasional 2020 Akan Menjadi yang Terakhir

Mendikbud Nadiem: Ujian Nasional 2020 Akan Menjadi yang Terakhir

Nasional
MK Tolak Gugatan Tsamara dan Faldo soal Batas Minimal Usia Calon Kepala Daerah

MK Tolak Gugatan Tsamara dan Faldo soal Batas Minimal Usia Calon Kepala Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X