"Kami Hanya Ingin Beribadah dengan Damai"

Kompas.com - 01/04/2011, 19:35 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus sengketa tanah milik Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin masih terus bergulir sejak 2006. Namun, Pemerintah Kota Bogor tidak segera memberikan kenyamanan warga dalam beribadah. Demi mempertaruhkan sebuah surat izin mendirikan bangunan (IMB), jemaat GKI Yasmin rela melakukan ibadah di luar rumah ibadah mereka.

Surat IMB GKI Yasmin sudah disahkan Mahkamah Agung. Mereka berhak memakai gereja tersebut. Namun, Pemkot Kota Bogor berkeras tetap menyegel gereja itu dan berniat memindahkan lokasi ke tempat lainnya. Pemkot Kota Bogor tidak mengindahkan keputusan MA tersebut.

Puncak kesedihan jemaat GKI Yasmin memuncak saat membaca pernyataan Wali Kota Bogor Diani Budiarto di Radar Bogor, 31 Maret 2011, yang justru tidak mengayomi mereka. "Kami hanya ingin beribadah dengan damai. Kenapa bisa ada pernyataan seperti itu. Tidak ada yang kami lakukan, hanya beribadah," ungkap salah satu jemaat GKI Yasmin, Kristina, di depan Bareskrim Polri, Jumat (1/4/2011).

Raut wajahnya tampak sedih saat menumpahkan keluhannya kepada Kompas.com saat itu. Kristina mempertanyakan mengapa seorang pemimpin seperti Wali Kota Bogor justru mengancam jemaat GKI Taman Yasmin yang notabene adalah warga Kota Bogor. Padahal, jemaat GKI Yasmin sendiri sudah diperlakukan keras bahkan dari kepolisian Bogor yang memblokade jemaat GKI Yasmin pada 13 Maret lalu.

Saat itu, 300 anggota kepolisian dengan sebuah mobil derek memboikot lebih kurang 15 umat yang kebanyakan para ibu dan seorang anak yang sedang duduk depan gereja untuk mempersiapkan ibadah pagi. Bahkan, pasukan Brimob bersenjata lengkap pun diturunkan untuk memblokade pembubaran para jemaat itu.

"Kita sudah perjuangkan ini dengan damai juga. Ini, kan, sudah berketetapan hukum. Kenapa, kok, malah seperti ini yang terjadi. Sekarang polisi banyak di mana-mana. Anak-anak kami, kan, takut mau beribadah. Anak-anak sampai bertanya, kenapa mau berdoa saja enggak boleh. Kami sebagai ibu, apa yang harus kami jawab," papar Kristina.

Kristina mewakili teman-temannya sesama jemaat GKI Yasmin mengharapkan keadilan bagi mereka agar bisa melaksanakan ibadah di dalam gereja, terutama agar Wali Kota Bogor yang selalu bersikap keras dapat luluh agar memberikan jalan terbaik bagi jemaat GKI Yasmin. Apalagi, keputusan MA sudah cukup kuat untuk mengukuhkan perjuangan mereka yang sudah 27 kali melakukan ibadat di jalan depan gereja karena Gereja GKI Yasmin digembok Pemkot Bogor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.